Yusuf Mansur Buka Suara soal Saham PayTren di Lechia Gdansk Usai Egy Hengkang

Yusuf Mansur. Foto: Dok. Pribadi Yusuf Mansur

Selesai sudah perjalanan Egy Maulana Vikri bersama Lechia Gdansk. Pada Selasa (30/6), kontrak Egy resmi tak diperpanjang.

Lantas, bagaimana nasib PayTren selaku pihak yang bekerja sama dengan tim Polandia itu?

Kerja sama PayTren dengan Lechia terjalin tak lepas dari hubungan baik sang pemilik Ustaz Yusuf Mansur dengan Presiden Lechia Gdansk. Yusuf membeli saham Lechia Gdansk melalui perusahaan financial technology (fintech) itu sejak awal kedatangan Egy pada 2018 silam.

Yusuf diketahui membeli 10 persen saham Lechia Gdansk senilai 2,5 juta euro (sekitar Rp 41,2 miliar). Tak ayal, PayTren juga menjadi salah satu pihak yang merepresentasikan Indonesia di klub Lechia Gdansk selain Egy. Apalagi, logo PayTren juga tersemat di jersi tim berjuluk ‘Putih-Hijau’ itu.

Egy (kanan) bersama Yusuf Mansur (kiri) Foto: Haikal Pasya/kumparan

”Jadi, kontrak (sponsor) memang tidak diperpanjang dengan Lechia, tapi soal saham ‘kan insyaallah masih berlanjut. Kami juga masih ada yang unfinished business (bisnis yang belum selesai) dengan beliau-beliau (manajemen Lechia Gdansk),” kata Yusuf kepada kumparan, Kamis (7/1).

Pendiri Pondok Pesantren Daarul Qur’an itu menyatakan pihaknya sejatinya telah berencana melakukan pertemuan dengan manajemen Lechia Gdansk di Polandia, Jerman, atau Turki. Akan tetapi, rencana itu belum terwujud karena kondisi COVID-19 yang tengah memburuk.

“Rencananya, memang kami mau eskalasi naik aktivitasnya jadi kerja sama bisnis dengan teman-teman di Lechia. Salah satu di antaranya adalah lewat perusahaan Cashback. Jadi Cashback masuk ke Paytren, Paytren masuk ke Cashback. Cashback masuk ke Indonesia, kemudian Paytren masuk ke Eropa ke pasar Muslim, dan juga di Inggris,” kata Yusuf.

Egy berpose di kandang Lechia Gdansk. Foto: Cornelius Bintang/kumparan

“Asyik sih hubungannya menjadi hubungan brotherhood, ya, brothership. Bagus, friendship bangetlah, Alhamdulillah. Dan, teman-teman juga di sana menyadari kondisi keuangan PayTren dan lain sebagainya dan mereka juga menyambut baik rencana IPO PayTren yang mudah-mudahan setelah IPO ini, kami bisa masuk lagi. Mewarnai Lechia Gdansk, insyaallah. Bahkan seperti niatan semula, ‘kan, pintu masuk ke Eropa dan Inggris Raya, ya, dari Lechia Gdansk,” tandasnya.

***

Comments are closed.