Yang Perlu Orang Tua Pahami saat Merawat Anak yang Positif COVID-19

Anak yang positif COVID-19 isolasi mandiri di rumah. Foto: Shutterstock

Kasus positif COVID-19 pada anak kian melonjak beberapa hari terakhir. Menurut Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, SpA(K), FAAP, FRCPI(Hon), kasus terkonfirmasi positif COVID-19 pada anak-anak usia 0-18 tahun sudah mencapai angka 12,1%. Kemudian proporsi kematian pada kasus terkonfirmasi COVID-19 usia 0-18 tahun sebesar 1,75%.

Apabila anak terkena COVID-19, beberapa orang tua biasanya merasa panik dan khawatir berlebihan. Tak jarang, orang tua langsung buru-buru untuk membawa anak ke rumah sakit agar mendapatkan perawatan terbaik.

Namun ternyata, menurut dr. Aman, sebaiknya Anda mempertimbangkan beberapa hal ini dulu sebelum membawa anak yang positif COVID-19 ke rumah sakit.

Panduan dari IDAI Merawat Anak yang Positif COVID-19

Anak pakai masker Foto: Shutterstock

Moms, bila hasil tes PCR anak terkonfirmasi positif, sebaiknya jangan langsung panik dan gegabah. Ya, sebaiknya Anda perhatikan dulu, apa saja gejala yang dialami oleh si kecil.

“Kebanyakan kasus pada anak-anak saat ini tidak disertai dengan gejala berat. Jadi, sebaiknya orang tua merawat anak-anaknya yang terkonfirmasi positif COVID-19 di rumah masing-masing,” kata Prof. Aman dalam Konferensi Pers Tim Mitigasi PB IDI dan Perhimpunan 5 Profesi Dokter pada Minggu (27/6).

Menurut dr. Aman, berbagai fasilitas kesehatan di Indonesia saat ini sudah hampir penuh dengan pasien terkonfirmasi positif COVID-19. Sehingga, rumah sakit saat ini tidak mempunyai ruang rawat yang cukup untuk anak-anak. Sebab, rumah sakit hanya diperuntukan bagi pasien dengan gejala berat.

“Pada anak yang terkonfirmasi positif tanpa gejala diharuskan untuk melakukan isolasi mandiri, tentu tetap dalam pengawasan tenaga kesehatan,” lanjut dr. Aman.

Isolasi mandiri pada anak akan membantu menurunkan risiko terhadap penularan kepada anggota keluarga lainnya. Saat ini, orang tua juga bisa menghubungi tenaga kesehatan terdekat atau menggunakan telemedicine untuk mendapatkan pantauan secara langsung.

Selain itu, tetaplah memberikan makanan dengan gizi tinggi selama anak sakit. Berikan makanan yang dapat membantu meningkatkan imunitas pada anak. Hal yang lebih penting adalah jangan membuat anak merasa ketakutan karena terpapar COVID-19.

Jadi, apabila anak terkonfirmasi positif COVID-19 dengan gejala ringan atau tanpa gejala, sebaiknya orang tua jangan langsung panik. Ikutilah langkah-langkah di atas, Moms.

Penulis: Hutri Dirga Harmonis

Comments are closed.