tips saham untuk pemula

Yakin Mau Main Saham? Pemula Perhatiin Ini Dulu, Ya!

Jika kamu membaca artikel ini, sudah pasti kamu baru aja tertarik terhadap dunia saham. Betul, nggak?

Memang sejak awal pandemi hingga saat ini, saham menjadi hal yang sering banyak dicari. Nyatanya, bukan hal yang mudah untuk memahami hal-hal berbau saham ini jika kamu pemula atau masih awam. Tetapi situasi pandemi ini membuat kita punya lebih banyak waktu untuk belajar sehingga bukan tidak mungkin, semakin banyak orang yang bisa terlibat dalam dunia per-saham-an.

Sebagai pemula, mungkin artikel ini bakal membantumu untuk memahami sedikit tentang saham. Dimulai dari pengertian dulu, deh! Saham itu apa, sih?

Saham adalah surat berharga yang menunjukkan bagian kepemilikan atas suatu perusahaan. Sederhananya, kalau kamu memiliki saham, maka kamu memiliki sebagian modal dari perusahaan. Kalau diilustrasikan sesuai kehidupan sehari-hari ya ibarat patungan modal.

Misalnya, kamu ingin membeli pizza seharga Rp 50.000 tetapi hanya punya uang Rp 35.000. Akhirnya, kamu mengajak teman kamu patungan sebesar Rp 15.000. Karena kamu mengeluarkan uang ¾ dari harga dan temanmu hanya ¼ dari harga, maka pembagian potongan pizzanya juga demikian.

Namun, beli saham tidak bisa sembarangan seperti halnya beli pizza. Ini beberapa tips buat pemula yang pengen beli saham.

  1. Pilih Saham yang Familiar
    Pemula bisa dimulai dari memilih saham yang familiar atau yang kamu kenal dalam kehidupan sehari-hari. Sederhananya, kamu bisa membeli saham dari perusahaan yang memproduksi sebuah produk yang kamu temui sehari-hari.
  2. Telusuri Kinerja Perusahaan
    Karena masih baru memulai, kamu harus cari tahu kinerja perusahaan yang sahamnya akan kamu beli. Kamu bisa cari tahu dari laporan keuangan perusahaan yang ada di situs Bursa Efek Indonesia (BEI).
    Meski umumnya investor pemula tak memahami cara membaca laporan keuangan secara keseluruhan, ada beberapa instrument dasar dalam laporan yang minimal harus kamu pelajari. Menurut Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus, dalam setiap laporan keuangan punya 16 rasio dan paling tidak investor pemula memahami rasio solvabilitas dan debt to equity ratio (DER). DER adalah aset dibagi utang. Kalau rasionya tinggi, berarti perusahaannya banyak utang. Berarti kamu harus cari perusahaan-perusahaan yang rasio DER-nya rendah.
  3. Pilih Saham yang Sesuai Nilainya
    Saham dengan harga terbaik bisa dinilai dari nilai yang diberikan saham tersebut. Jangan sampai membeli saham yang terlalu mahal atau murah dari harganya. Tapi, perkirakan nilai yang akan kita dapat. Lihat berdasarkan valuasi perusahaan.
    Misalnya kamu ingin membeli mobil. Ada Mercy yang harganya Rp 2 miliar dan LCGC Rp 100 juta. Kalau dibandingkan, mobil Mercy tidak bisa dibilang mahal, karena kamu dapat Mercy. Tapi, misalnya harga mobil LCGC harga pasarannya Rp 100 juta, kemudian dijual orang Rp 200 juta, kamu membeli ini lebih mahal. Tapi, mobil Mercy pasarannya Rp 2 miliar, lalu ada yang jual Rp 1,5 miliar, berarti kamu beli murah. Nah inilah yang namanya proses valuasi itu, nilai dari perusahaan tersebut.
  4. Pilih Saham dari Indeks yang Cocok
    Dalam dunia saham, ada indeks yang sudah disusun dan dievaluasi secara berkala oleh BEI. Berdasarkan indeks itu, kamu bisa memilih saham yang cocok karakter dan tingkat resikonya.
    Contohnya, indeks LQ45 berisi daftar 45 saham dengan kapitalisasi pasar dan transaksi tinggi dengan kondisi keuangan dan prospek yang baik. Jika ingin berinvestasi saham syariah, nasabah pemula juga bisa melirik saham yang termasuk dalam indeks JII atau ISSI.
  5. Jangan Telan Mentah-Mentah Informasi di Media Sosial
    Saat ini, banyak influencer yang memberikan rekomendasi saham di media sosial. Hati-hati, jangan menelan mentah-mentah rekomendasi tersebut. Kamu harus cermat dalam menyikapinya. Yang terpenting, kamu harus cek dulu kebenaran informasinya, misalnya, perusahaan seperti apa yang mau kita beli sahamnya? Bagaimana laporan keuangannya? Dan masih banyak lagi yang perlu kamu cek sendiri.

Lalu, bagaimana cara membeli saham? Inilah cara membeli saham bagi pemula. dikutip dari dari laman Yuknabungsaham yang dikelola PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

  1. Siapkan Dana
    Kamu harus menyiapkan dana sesuai harga saham dan membayar biaya transaksi untuk perusahaan sekuritas (fee broker). Sedangkan untuk penjualan saham, total dana yang didapat investor adalah nilai sesuai harga jual saham dikurangi biaya transaksi dan PPh.
    Meski dihitung per lembar, cara beli saham juga tak bisa dilakukan dengan pembelian per lembar, tetapi harus dilakukan dalam 1 lot. Menurut aturan BEI, 1 lot setara dengan 100 lembar saham.
  2. Siapkan Dokumen yang Diperlukan
    Siapkan dokumen yang diperlukan, seperti KTP, NPWP, buku tabungan, dan juga materai. Dokumen ini nanti akan dipergunakan untuk mendaftarkan Rekening Dana Investor (RDI). RDI adalah rekening di bank atas nama investor yang terpisah dari rekening sekuritas (atas nama sekuritas) yang digunakan untuk keperluan transaksi jual beli saham oleh investor.
  3. Datang ke Perusahaan Sekuritas Terdekat Atau Daftar Online
    Datang ke kantor perusahaan sekuritas terdekat atau bisa mendaftar melalui online dengan membawa dokumen kelengkapan. Sebagai informasi, perusahaan sekuritas atau perusahaan efek adalah perusahaan yang telah mendapat izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan untuk dapat melakukan kegiatan sebagai perantara perdagangan efek (broker).
  4. Isi Formulir Pendaftaran
    Isi formulir pendaftaran sebagai investor pasar modal yang disediakan oleh perusahaan sekuritas. Jika pendaftaran sudah diproses, investor akan diberikan akses untuk masuk ke akun dashboard untuk melakukan transaksi jual beli saham milik perusahaan sekuritas, seperti PIN transaksi, password, dan user ID.
  5. Menyetorkan Dana
    Investor harus menyetorkan dana awal ke nomor rekening dana investor atau RDI. Masing-masing perusahaan sekuritas memiliki ketentuan yang berbeda-beda untuk besaran dana awal yang harus disetorkan. Jangan ragu untuk melakukan konsultasi atau bertanya dengan pihak sekuritas jika investor masih pemula, seperti bagaimana cara membeli saham (cara beli saham) yang disesuiakan dengan modal yang dimiliki. Aktiflah mencari informasi dan mempelajari saham-saham perusahaan yang memiliki prospek bagus untuk dikoleksi di portofolio investasi. Biasanya, setiap perusahaan sekuritas sudah menyediakan berbagai analisis prospek saham secara gratis. Informasi ini bisa didapatkan di situs ataupun aplikasi pembelian dan penjualan saham yang disediakan.
  6. Aktif Mencari Informasi dan Memelajari Analisis Saham
    Selain itu, agar sukses dalam berinvestasi saham, investor pemula disarankan untuk mempelajari berbagai analisis saham, seperti analisis teknikal dan analisis fundamental. Perusahaan sekuritas juga akan menyediakan informasi data update perubahan harga saham, baik naik maupun turun, yang bisa diakses dengan mudah secara daring. Ini karena pergerakan harga saham adalah sangat fluktuatif.

Itulah beberapa pengertian saham dan tips membeli saham secara awam. Semoga bisa membantumu sebagai investor pemula~

Referensi:
1. https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-5336947/mau-investasi-di-pasar-modal-ini-cara-pilih-saham-yang-tepat
2. https://money.kompas.com/read/2021/03/09/110409926/cara-membeli-saham-bagi-pemula-tahapan-dan-modal-yang-diperlukan?page=all
3. https://market.bisnis.com/read/20210108/7/1340438/pemain-saham-awam-harus-tahu-9-tips-memilih-sekuritas-ini
4. https://www.sahamok.net/apa-itu-saham/comment-page-2/

Comments are closed.