Wawalkot Curiga Varian Baru Virus Corona Sudah Ada di Kota Yogyakarta

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi.
Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Kasus corona di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami lonjakan dalam bulan Juni ini, termasuk di Kota Yogyakarta. Dari data Pemkot Yogyakarta per 30 Juni ada 2.044 pasien positif corona saat ini.

“Secara umum Kota Yogyakarta dalam 3 minggu terakhir penularannya sangat tinggi, sangat-sangat cepat,” kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi kepada wartawan, Kamis (1/7).

Heroe curiga corona varian baru sudah ada di Kota Yogyakarta. Meskipun, sejauh ini belum ada hasi penelitian yang menyatakan varian baru virus corona seperti Delta sudah masuk DIY.

“Jadi meskipun saat ini kita belum mendapatkan laporan tentang adanya varian baru virus tetapi kalau melihat kecepatannya memang ini pasti ada sesuatu yang tidak biasa. Kecepatannya sangat tinggi dan menyebar begitu cepat,” jelasnya.

Pertumbuhan kasus yang begitu tinggi membuat perubahan pada zonasi di tingkat RT-RT.

“Tidak semua kecamatan zona merah tapi sangat dominan merah. Begitu juga kelurahan, tetapi ada sejumlah kelurahan merah. Kalau dilihat dari Zona PPKM memang RT-RT yang masuk zona hijau semakin terus tergerus oleh zona kuning,” ujarnya.

“Tiga minggu yang lalu zona hijau di kota Yogya untuk PPKM Mikro ada 95,5 persen dan 4,5 persen zona kuning. Namun tergerus (zona hijau) menjadi 76-77 persen dalam tiga minggu tergerus cepat,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Pokja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) dr Gunadi menjelaskan sejauh ini virus corona varian Delta belum terdeteksi di DIY.

Namun, dia mengingatkan kepada masyarakat bahwa belum terdeteksi bukan berarti belum ada.

“Sampai saat ini belum terdeteksi tapi bukan berarti belum ada. Itu yang ditekankan lagi ke masyarakat,” kata Gunadi di Kepatihan Pemda DIY, Senin (21/6).

Dia menjelaskan pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) akan terus dilakukan terutama sampel dari bulan Juni di mana kasus di DIY sedang tinggi-tingginya.

“Dari sampel-sampel itu mungkin kita bisa ambil, kita running dulu sampai ada bukti Genome Sequencing. Belum ada, ya kita belum bisa mengatakan sudah masuk atau belum,” ujarnya.

Untuk WGS ini, ada sekitar 30 sampel di DIY yang diperiksa. Sampel tersebut akan dites bersamaan dengan 20 sampel corona kasus anak-anak dari Solo, Jawa Tengah.

Comments are closed.