Waspada, BOR RS Corona di 14 Provinsi Luar Jawa dan Bali Kini Capai 50-80 Persen

Pekerja mengenakan alat pelindung diri (APD) membawa blower disinfektan saat mebersihkan bus sekolah sebelum mengakngkut pasien corona ke RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet di Jakarta. Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Wilayah Jawa dan Bali saat ini tengah menjadi konsentrasi penanganan COVID-19 oleh pemerintah pusat dengan penerapan PPKM Darurat di dua pulau tersebut.

Walaupun provinsi-provinsi lain yang berada di luar Pulau Jawa dan Bali tidak diterapkan PPKM Darurat, sejumlah provinsi saat ini memiliki kondisi keterisian tempat tidur atau BOR ruang isolasi yang perlu diwaspadai. Itu berarti, terdapat indikasi lonjakan kasus yang juga mulai terjadi.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito dalam keterangan pers virtual, terdapat 14 provinsi luar Jawa dan Bali yang BOR-nya telah menyentuh 50 sampai 80 persen.

” Yang perlu menjadi perhatian adalah terdapat 14 provinsi di luar Provinsi Jawa dan Bali dengan BOR mencapai 50 sampai 80 persen. Provinsi tersebut adalah Lampung, Papua Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, Kepulauan Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Sumatera Barat, NTT, Bangka Belitung, Jambi, Papua, dan Maluku Utara,” kata Prof Wiku, Selasa (6/7).

Kondisi ini perlu diwaspadai lantaran apabila kasus di wilayah tersebut terus meningkat, maka dikhawatirkan fasilitas kesehatan tak mampu menerima pasien. Untuk itu, Wiku meminta agar 14 provinsi tersebut untuk segera mengkonversi tempat tidur rumah sakit untuk penanganan pasien COVID-19.

“Tingginya BOR pada provinsi ini perlu ditingkatkan. Mohon untuk daerahnya untuk segera mengkonversi tempat tidur dan menambahkan fasilitas isolasi terpusat,” tambahnya.

Terakhir, ia juga mengingatkan agar masyarakat segera melapor ke puskesmas terdekat jika telah merasakan gejala COVID-19 atau melakukan kontak erat dengan pasien. Hal ini bisa mencegah penularan yang lebih massif lagi.

“Masyarakat juga dapat berkontribusi dalam menekan angka BOR di wilayah masing-masing. Apabila mengalami gejala COVID-19 atau kontak erat dengan yang positif, jangan panik dan segera hubungi puskesmas terdekat untuk dilakukan pemeriksaan dan penelusuran,” tutup Wiku.

Comments are closed.