Warga di Sikka Kena Hajar dari Satgas COVID-19 Hingga Dilarikan ke Rumah Sakit

Keterangan foto: Emanuel Manda didampingi istri saat dirawat di RSUD Maumere seusai dihajar petugas saat operasi gabungan penegakan prokes, Selasa, (6/7) malam. Sumber foto: istimewa.

MAUMERE- Seorang warga Lingkar Luar, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, pada Selasa ,(6/7) malam, terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit akibat dipukul aparat gabungan Satgas COVID-19 Sikka saat operasi yustisi Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

Akibat pukulan, warga yang diketahui bernama Emanuel Manda ini mengalami luka robek yang serius di pelipis wajah.

Pantauan media ini di RSUD Maumere, tampak suami dari Novayanti Alfrida Piterson ini mendapatkan jahitan sebanyak 3 kali di wajah oleh tim medis RSUD Maumere.

Tak terima dengan perlakuan tidak manusiawi dari aparat gabungan Satgas COVID-19 Sikka, Emanuel Manda bersama istri pada Selasa (6/7) pukul 23.00 WITA pun melaporkan tindakan pengeroyokan ini ke Polres Sikka.

Kepada media ini, Novayanti Alfrida Piterson menuturkan, kejadian ini berawal, ia bersama suaminya baru pulang dari Kewapante dan melihat pintu kios miliknya masih terbuka. Kemudian, ia masuk kedalam kios dan meminta suaminya untuk menutup pintu kios.

Tidak lama kemudian, kata dia, para petugas gabungan Satgas COVID-19 sudah berada di depan pintu kios dan menegur kami.

“Saya sempat bilang kepada petugas Satgas COVID-19 mohon maaf pak kami terlambat tutup kios karena kami baru pulang dari Kewapante. Kemudian petugas tanya kepada suami saya kenapa tidak pakai masker. Suami saya langsung bilang pak saya ini baru tiba di kios dan masker saya sudah gantung didalam kios karena saya mau menutup kios. Tetapi petugas tidak terima jawaban suami saya. Tetapi saya coba jelaskan lagi akan tetapi petugas tidak terima” ujar sang istri sambil menangis ini.

Akibatnya kata dia, suaminya ditarik oleh petugas ke mobil patroli dan mereka langsung memukuli suaminya. Usai memukul suaminya, petugas pun membawanya dengan mobil patroli menuju Polres Sikka.

“Para petugas ini tarik kerak baju suami saya. Saya coba leraikan dan minta maaf akan tetapi petugas lainnya langsung lempar saya ke samping. Dan suaminya langsung dipukul dan dibuang diatas mobil patroli oleh petugas gabungan Satgas COVID-19 ini,” ungkap Nova, demikian ia disapa.

Dikatakan Nova, dirinya menghargai kerja petugas gabungan Satgas COVID-19 dalam menjalankan tugasnya tetapi tidak seharusnya dengan tindakan kekerasan, sampai suaminya harus dilarikan ke rumah sakit.

“Saya hargai tugas mereka. Tetapi saya sudah minta maaf. Tetapi tetap saja mereka melakukan tindakan kekerasan terhadap suami saya. Ko petugas sangat arogan sekali. Ini yang saya tidak terima sampai-sampai pelipis suami robek besar,” ujar Nova.

Sementara itu, Kasat Sabhara Polres Sikka, Iptu Mikael D.Donis mengatakan, operasi yustisi yang digelar merupakan operasi gabungan Polri, TNI, KBPP, Sat Pol PP dan juga BPBD.

Lanjutnya, pihaknya sudah menghimbau tempat usaha untuk menutup usahanya pada pukul 20.00 WITA. Saat patroli itu, pihaknya mendapat informasi dari Kapolsek Alok bahwa ada pesta di Lembaga. Pihaknya pun bergerak dari Lingkar Luar menuju Lembaga.

Sampai di Lingkar Luar, pihaknya melihat ada satu kios masih terbuka lebar. Kasat Pol PP pun turun dan mengimbau. Ditanyakan, kenapa masih buka dan tidak pakai masker. Yang bersangkutan (Emanuel Manda, red) tidak menjawab. Ia masih mengisap rokok. Disuruh push up pun tidak mau. Yang bersangkutan kemudian mau masuk dan geleng kepala.

“Saya tanyakan kenapa geleng kepala. Pas geleng kepala itu yang bersangkutan langsung balik badan dengan tangannya yang terkancing, dengan makan gigi mau pukul, masuklah anggota, semua masuk,” ungkap Iptu Mikael D.Donis.

Dirinya kemudian membantah kalau terjadi insiden pemukulan terhadap Emanuel Manda.

“Untuk pemukulan tidak ada. Silahkan untuk diperiksa lebih lanjutnya. Semua tidak ada pemukulan. Yang ada hanya yang bersangkutan dengan gaya menggertak mau memukul saya dengan kasat Pol PP, ya anggota spontan. Yang bersangkutan bajunya sempat dipegang bajunya untuk diamankan di kantor. Tidak mau juga. Ditariklah. Karena banyak pasukan yang menarik dan mengamankan di mobil patroli Sabhara. Saya lihat ada luka, tapi bukan karena pukulan,” ungkapnya.

Comments are closed.