Warga di Bandung Relakan Rumahnya Jadi Tempat Isolasi Pasien COVID-19

Rumah milik warga yang dijadikan tempat isolasi mandiri bagi warga sekitar di RW 1 Kelurahan Kacapiring Kecamatan Batununggal, Bandung. Foto: Dok. Humas Pemkot Bandung

Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Bandung Ema Sumarna mengapresiasi kepedulian warga di RW 1 Kelurahan Kacapiring, Kecamatan Batununggal, dalam menangani pandemi.

Sebab, menurut Ema, seorang warga di RW 1 RT 2 Kelurahan Kacapiring secara sukarela memberikan tempat tinggalnya untuk dijadikan sebagai tempat isolasi mandiri bagi warga sekitar yang terpapar COVID-19.

“Jadi kalau saya lihat dari perspektif empirik, alhamdulillah ada kelebihan yang bisa membanggakan. Yaitu rasa kepedulian, kebersamaan dengan segala keterbatasan masyarakat. Kepedulian yang dibangun oleh RT, Bu RW di mata saya luar biasa,” kata dia melalui keterangannya, Jumat (2/7).

“Orang-orang seperti ini di Bandung harus terus kita bangun. Karena kepeduliannya tinggi, maka mereka berikan untuk tetangganya yang memerlukan fasilitas. Itu poin yang sangat luar biasa,” lanjut dia.

Anak terpapar COVID-19 beraktivitas di sebuah rumah milik warga yang dijadikan tempat isolasi mandiri bagi warga sekitar di RW 1 Kelurahan Kacapiring Kecamatan Batununggal, Bandung. Foto: Dok. Humas Pemkot Bandung

Ema menilai kolaborasi antara warga dan pemerintah memang diperlukan untuk menangani pandemi. Adapun sejauh ini, sudah ada 508 rumah isolasi mandiri yang tersebar di berbagai titik di Kota Bandung. Rumah itu ditujukan bagi warga yang tak bergejala atau bergejala ringan dan sudah direkomendasikan untuk menjalani isolasi secara mandiri.

“Idealnya tempat isoman seperti ini diperbanyak. Jadi nanti tidak semua ke RS (rumah sakit). RS di Kota Bandung sudah berat. Bahkan sudah ada yang menutup pelayanan karena sudah tidak ada tempat tidur,” ucap dia.

Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Bandung, Ema Sumarna. Foto: Dok. Humas Pemkot Bandung

Di lokasi yang sama, Ketua RW 1 Kelurahan Kacapiring Euis Ratna mengatakan, rumah isolasi ini diperuntukan bagi warga yang terpapar corona. Saat ini, ada seorang warga yang masih menjalani isolasi mandiri di sana. Dia memastikan pihaknya bertanggung jawab memenuhi kebutuhan bagi warga yang terpapar virus corona.

“Kami sepakat dengan pengurus yang lain, tidak akan membebankan masyarakat. Jadi keuangan RW dan RT, kita pergunakan untuk membiayai warga selama isoman 14 hari,” ujar dia.

Anak terpapar COVID-19 beraktivitas di sebuah rumah milik warga yang dijadikan tempat isolasi mandiri bagi warga sekitar di RW 1 Kelurahan Kacapiring Kecamatan Batununggal, Bandung. Foto: Dok. Humas Pemkot Bandung

“Prosedurnya setiap ada yang terpapar, saya langsung lapor ke kelurahan untuk pendataan dan ke puskesmas untuk tindak lanjut. Biasanya setelah ada laporan, puskesmas minta KK dan KTP dan hasil swab, besoknya keluarganya langsung ditindak lanjut untuk di-swab juga,” pungkas dia.

Comments are closed.