Wanita Bersepeda Motor Masuk Tol Pemalang–Batang, Dikejar Petugas Malah Ngebut

Tutik Awaliyah (37) warga Kelurahan Jenggot, Kecamatan Pekalongan Selatan yang melaju di ruang Tol Pemalang – Batang akhirnya berhenti karena kehabisan bensin.

PEMALANG – Petugas patroli Pemalang Batang Toll Road (PBTR) mengejar seorang wanita yang mengendarai sepeda motor di ruang Tol Pemalang – Batang, tepatnya KM 311 Jalur B atau ke arah Jakarta para Rabu (11/5/2022). Namun pemotor malah ngebut dan akhirnya berhenti karena kehabisan bensin.

Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, wanita tersebut mengendarai sepeda motor Honda Supra warna merah hitam nomor polisi G 3715 UA tanpa mengenakan helm. Ia terlihat santai berdiri di samping motornya yang terparkir di tepi ruas tol.

Saat ditanya petugas, wanita yang mengenakan daster batik itu mengaku bernama Tutik Awaliyah (37) warga Kelurahan Jenggot, Kecamatan Pekalongan Selatan. Wanita itu mengaku jika dirinya mengendarai sepeda motor dari Pekalongan tujuan ke Jakarta.

Kasi Lalulintas PBTR, Nurudin Zakaria, saat temui di Kantor Operasional PBTR, membenarkan jika salah seorang petugas telah mendapati adanya seorang wanita bersepeda motor masuk ruas Tol Pemalang – Batang di jalur B KM 311 arah Jakarta.

Saat itu, lanjut Zakaria, sekitar pukul 06.30 WIB, petugas melihat ada pemotor yang mengikuti laju mobil yang masuk ke GT Pemalang. Usai mobil tab di GT Pemalang, pemotor itu langsung tancap gas melaju kencang sebelum palang pintu tol tertutup

“Motor itu masuk saat palang pintu sedang terbuka, tepat di belakang mobil. Petugas pun langsung mengejar sampai dengan simpang yang mengarah ke Semarang atau ke Jakarta. Pemotor larinya lebih kencang,” katanya.

Usai melaju kencang, pemotor itu akhirnya berhenti di KM 311 atau atau setelah simpang susun Pemalang jalur B, karena kehabisan bensin. Petugas kemudian menanyakan tujuan wanita tersebut sambil mendokumentasikan.

“Petugas palang pintu tol menghubungi sentral komunikasi (sekom) lalulintas PBTR dan langsung diteruskan ke petugas patroli yang tengah melakukan observasi jalan dan langsung mengejar pemotor,” ungkapnya.

Menurutnya, saat itu petugas merekam video dengan tujuan baik, yakni untuk menghimbau masyarakat menggunakan sepeda motor tidak boleh masuk tol karena berbahaya. Selain itu, tujuannya agar jika ada anggota keluarga yang mengetahui untuk segera menjemputnya.

“Wanita itu kemudian dibawa ke GT untuk di mintai keterangan. Setelah itu diserahkan ke pihak keluarga yang menjemput di GT Batang. Dari keterangan kakaknya yang menjemput di GT Batang, yang bersangkutan mengalami ODGJ. Pemotor sudah kami serakan ke pihak keluarga,” ujarnya.

Kakak Tutik, yakni Husna (42) mengakui jika adiknya mengalami gangguan jiwa sudah lama. Ia juga mengatakan, adiknya sejak dua hari terakhir ini, pergi dari pagi hingga sore tanpa berpamitan dengan keluarga.

“Saya tidak tahu keluarnya jam berapa. Termasuk tadi pagi subuh sudah keluar. Eh ternyata masuk tol,” kata ucapnya.

Husna menyampaikan, jika adiknya dari rumah pergi ke arah Pemalang, sebelum akhirnya masuk ke tol melalui Pemalang. Husna menyebut kemungkinan adiknya mengira jarak Jakarta Pekalongan dekat sehingga nekat pergi menggunakan sepeda motor.

“Harap dimaklumi, adik saya memang ODGJ. Saya ucapkan terima kasih kepada petugas tol yang telah menemukan adiknya, ia minta maaf jika telah membuat repot semua orang,” pungkasnya. (*)

Comments are closed.