Wall Street Melesat, Data Ekonomi AS Diprediksi Menguat

New York Stock Exchange (NYSE) di Wall Street, New York City. Foto: Angela Weiss / AFP

Ketiga indeks utama Wall Street melesat pada penutupan perdagangan Kamis. Data perekonomian AS yang diprediksi menguat mendorong kenaikan saham.

Melansir Reuters, Jumat (2/7), Dow Jones Industrial Average naik 131,02 poin atau 0,38 persen menjadi 34.633,53, indeks S&P 500 naik 22,44 poin atau 0,52 persen menjadi 4.319,94, dan Nasdaq menambahkan 18,42 poin atau 0,13 persen menjadi 14.522,38.

Ketiga indeks saham utama AS mengakhiri sesi di wilayah positif, namun penurunan saham teknologi yang dipimpin oleh microchip, meredam kenaikan Nasdaq. Indeks Philadelphia SE Semiconductor turun 1,5 persen.

AS kini menghadapi kekurangan tenaga kerja akibat pemulihan yang berlangsung sangat cepat. Klaim pengangguran diprediksi menyentuh level terendah sejak penutupan pandemi. Bahkan laporan dari Challenger, Gray & Christmas menunjukkan PHK yang direncanakan oleh perusahaan AS turun 88 persen dari tahun lalu, mencapai level terendah dalam 21 tahun terakhir.

Sebuah tanda jalan, Wall Street, terlihat di luar New York Stock Exchange (NYSE) di New York City, New York, AS. Foto: Shannon Stapleton/REUTERS

Aktivitas pabrik AS juga kembali berkembang, meskipun melambat di Juni 2021. Berdasarkan indeks manajer pembelian (PMI) Institute for Supply Management (ISM), komponen ketenagakerjaan turun ke level kontraksi untuk pertama kalinya sejak November 2020. Sementara indeks harga yang dibayar, didorong oleh ketidakseimbangan permintaan/penawaran saat ini, melonjak ke level tertinggi sejak 1979.

Sementara itu, laporan jumlah pekerjaan yang akan dirilis hari ini, diperkirakan menunjukkan gaji tumbuh 700.000 dan pengangguran turun tipis menjadi 5,7 persen. Namun, kenaikan yang kuat dapat membuat Federal Reserve menyesuaikan jadwalnya untuk mengurangi pembelian obligasi dan menaikkan suku bunga.

Data-data ekonomi yang menguat itu sejalan dengan proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF), yang menyebut pertumbuhan ekonomi AS akan naik menjadi 7 persen di tahun ini. Proyeksi itu lebih tinggi dari yang dilakukan IMF pada April lalu sebesar 4,9 persen.

Pekerja melihat pergerakan saham dari layar monitor di Wall Street di New York City. Foto: Eisele / AFP

Walgreens Boots Alliance Inc turun 7,4 persen, setelah mengatakan pihaknya memperkirakan akan memberikan lebih sedikit suntikan vaksin COVID-19 pada kuartal keempat.

Didi Global Inc melonjak 16,0 persen pada hari kedua perdagangannya sebagai perusahaan yang terdaftar di AS.

Micron Technology Inc turun 5,7 persen, menyusul laporan bahwa Texas Instruments akan membeli pabrik Micron’s Lehi, Utah, seharga USD 900 juta.

Volume di bursa AS adalah 9,53 miliar saham, masih lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 10,9 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Comments are closed.