Wali Kota Tegal Perbolehkan Warga Gelar Hajatan Saat Pandemi, Asalkan…

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono di rumah dinasnya di Balai Kota Tegal, Kamis (25/2/2021). (Foto: Setyadi)

TEGAL – Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono memperbolehkan warga untuk menggelar hajatan dan hiburan pentas seni saat Pandemi COVID-19. Kebijakan itu dikeluarkan dalam Surat Edaran No. 443/016 tentang Penyelenggaraan Hajatan dan Pentas Seni atau Hiburan di Masa Pandemi COVID-19 di Kota Tegal. 

Dalam SE tersebut, jenis hiburan yang diizinkan saat pesta hajatan adalah musik organ tunggal atau hiburan Iainnya dengan paling banyak 5 orang pemain termasuk penyanyi dan tanpa panggung.

“Penyelenggara hajatan menjamin tidak menimbulkan kerumunan orang selama kegiatan berlangsung,” demikian petikan SE Wali Kota yang diterima PanturaPost.com dari Bagian Humas dan Protokol Kota Tegal, Senin (28/6/2021).

Disebutkan, SE yang ditandatangani pada 18 Juni itu dikeluarkan sebagai upaya mendukung agar kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat Kota Tegal dapat berjalan produktif, sehat, dan aman dari penularan COVID-19.

Maka, kegiatan kemasyarakatan berupa hajatan perlu diatur dan dapat dilaksanakan dengan beberapa ketentuan. Yaitu:

Setiap penyelenggara hajatan wajib mengajukan rekomendasi secara tertulis kepada Satgas Penanganan COVID-19. Sesuai tingkatan kewenangan, dengan dilampiri rencana detail pelaksanaan hajatan.

Surat pernyataan tentang kesanggupan penerapan protokol kesehatan dan menerima sanksi berupa penghentian atau pembubaran hajatan apabila melanggar ketentuan yang disyaratkan.

Hajatan yang diselenggarakan di rumah penduduk rekomendasinya diberikan oleh Satgas Penanganan COVID-19 Tingkat Kecamatan.

Hajatan yang diselenggarakan selain di rumah penduduk seperti di gedung pertemuan, hotel, atau ruang terbuka dan lainnya, rekomendasinya diberikan oleh Satgas Penanganan COVID-19 Tingkat Kota.

Lokasi acara hajatan berada di zona aman penularan COVID-19 (Zona Hijau dan Zona Kuning) berdasarkan informasi resmi dari Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tegal atau Satgas Kecamatan.

Penyelenggara hajatan wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat sesuai standar yang telah ditetapkan. Antara lain:

Melakukan pembersihan tempat atau lokasi acara dengan menyemprotkan disinfektan secara mandiri dan berkala.

Kemudian menyediakan tempat cuci tangan dan sabun dengan air yang mengalir dan atau hand sanitizer di lokasi acara.

Selanjutnya melakukan pengecekan suhu tubuh bagi penyelenggara maupun tamu undangan.

Menerapkan pengaturan jarak aman fisik (physical distancing) minimal 1 meter dengan diberi penanda jarak.

Kemudian mewajibkan dan memastikan semua yang hadir pada acara tersebut, baik penyelenggara maupun tamu undangan untuk mengenakan masker.

Untuk konsumsi disediakan dalam bentuk kemasan yang bisa dibawa pulang oleh tamu undangan. Tidak diperbolehkan menyediakan konsumsi dalam bentuk prasmanan.

Selain itu, mengatur jumlah tamu undangan paling banyak 50 persen dari kapasitas tempat atau ruangan.

Mempercepat waktu pelaksanaan kegiatan atau acara hajatan secara efektif dan efisien paling lama 3 jam.

Sebelumnya, juga melakukan simulasi sebelum hajatan dilaksanakan. Jadwal pelaksanaan simulasi harus diinformasikan terlebih dahulu kepada Satgas COVID-19 sesuai tingkatannya.

Tak hanya itu, penyelenggara juga harus menyiapkan panitia khusus secara mandiri, untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan pada saat pelaksanaan hajatan.

Dalam SE tersebut, juga mengatur untuk pentas seni atau hiburan dapat dilaksanakan dengan sejumlah ketentuan sebagai berikut:

Setiap penyelenggara pentas seni atau hiburan wajib mengajukan rekomendasi secara tertulis kepada Satgas Penanganan COVID-19 Tingkat Kota.

Kemudian adanya rencana detail pelaksanaan pentas seni atau hiburan.

Surat pernyataan tentang kesanggupan penerapan protokol kesehatan dan menerima sanksi berupa penghentian atau pembubaran pentas seni atau hiburan apabila melanggar ketentuan yang dipersyaratkan.

Lokasi pentas seni atau hiburan berada di zona aman penularan COVID-19 (Zona Hijau dan Zona Kuning) berdasarkan informasi resmi dari Satgas Penanganan COVID-19 Kota Tegal.

Penyelenggara pentas seni atau hiburan wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat sesuai standar yang telah ditetapkan. Antara lain melakukan pembersihan tempat atau lokasi acara dengan menyemprotkan disinfektan secara mandiri dan berkala.

Kemudian menyediakan tempat cuci tangan dan sabun dengan air yang mengalir dan/atau hand sanitizer di lokasi acara.

Melakukan pengecekan suhu tubuh bagi penyelenggara maupun pengunjung.

Menerapkan pengaturan jarak aman fisik (physical distancing) minimal 1 meter, dengan diberi penanda jarak.

Mewajibkan dan memastikan semua yang hadir pada acara tersebut, baik penyelenggara maupun pengunjung untuk mengenakan masker. Serta mengatur jumlah pengunjung paling banyak 25 persen dari kapasitas tempat atau ruangan.

Sementara itu, guna menjamin dipatuhinya protokol kesehatan, akan dilakukan pemantauan dan pengawasan penyelenggaraan hajatan dan Pentas seni atau hiburan oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19. Baik di tingkat Kota, Kecamatan atau tingkat Kelurahan dengan melibatkan ketua RT/RW dan Satgas Jogo Tonggo.

Berdasarkan hasil pemantauan dan pengawasan tersebut, Satgas Penanganan COVID-19 atau instansi yang berwenang dapat memberikan sanksi berupa teguran secara lisan.

Kemudian teguran tertulis hingga pembatalan dan atau pembubaran hajatan, apabila penyelenggaraan hajatan dinilai tidak memenuhi syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan. (*)

Comments are closed.