Wali Kota Pekanbaru: Zona Merah dan Oranye Dilarang Beribadah di Rumah Ibadah

WALI KOTA Pekanbar, Firdaus.

SELASAR RIAU, PEKANBARU – Warga Pekanbaru di RW masuk zona merah dan oranye COVID-19 tidak bisa beraktivitas di rumah ibadah untuk sementara waktu selama pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro berlaku.

Kebijakan ini sesuai Surat Edaran Wali Kota Pekanbaru tentang Pengetatan Aktivitas dan Edukasi Pelaksaan PPKM Mikro di Kota Pekanbaru.

Pemberlakuan pengetatan PPKM Mikro mulai hari ini, Kamis (8/7/2021), hingga 20 Juli 2021 mendatang.

Wali Kota Pekanbaru, Firdaus, menyebut aktivitas di rumah ibadah hanya bisa di zona kuning dan hijau. Sedangkan untuk zona merah dan oranye beribadah di rumah saja.

“Jadi kegiatan ibadah pada tempat ibadah berpedoman pada kriteria zonasi PPKM berbasis mikro berskala RW, yaitu jika RW berada di zona oranye dan zona merah,” jelasnya.

Menurutnya, aktivitas ibadah di zona kuning dan zona hijau dibatasi hanya 50 persen. Para jemaah harus menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat.

Masyarakat di zona merah dan oranye tidak bisa menjalani ibadah di rumah ibadah. Kebijakan ini melihat kondisi penyebaran Covid-19.

Penerapannya berdasar rukun warga atau RW yang masuk zona merah dan zona oranye Covid-19. Penetapan zona sesuai dengan jumlah rumah yang jadi lokasi pasien terpapar Covid-19.

Saat ini hanya satu RW zona merah, RW 2 Kelurahan Cinta Raja, Kecamatan Sail. Ada juga puluhan RW masuk zona oranye.

“Jadi penerapan kebijakan ini fokus berlangsung di RW kawasan zona merah,” ulasnya.

Firdaus mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan untuk berada di tempat keramaian. Ia berharap kondisi penyebaran Covid-19 berangsur pulih dengan peran semua pihak.

Laporan: LARAS OLIVIA

Comments are closed.