Wagub DKI: Kasus Harian Corona di Atas 9 Ribu, Tes PCR 15 Kali Standar WHO

Petugas medis melakukan tes usap PCR terhadap pasien COVID-19 di selasar Ruang IGD RSUD Cengkareng, Jakarta, Rabu (23/6/2021). Foto: Fauzan/ANTARA FOTO

Tren kasus corona di DKI Jakarta terus melesat, bahkan sempat mencapai angka 9 ribu kasus selama dua hari berturut-turut pada 26 dan 27 Juni. Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut penambahan itu menjadi angka tertinggi selama pandemi corona.

Namun tingginya kasus corona, kata dia, juga seiring dengan tingginya tes PCR di Jakarta. Bahkan 15 kali lipat dari standar yang ditentukan WHO. Diketahui standar testing WHO adalah 1 per 1.000 penduduk per minggu. Jakarta bahkan sempat menembus 20 ribu tes sehari.

“Memang DKI dua hari terakhir kemarin mencapai di atas 9 ribu, satu angka tertinggi dalam perjalanan pandemi COVID di Jakarta memang, tapi kalau kita mau jujur, kita lihat juga DKI meningkatkan sampai 14-15 dari standar WHO tes PCR kami,” ujar Riza kepada wartawan, Selasa (29/6).

“Jadi tes PCR yang tinggi itu memperlihatkan penyebaran daripada penularan COVID-19 yang ada di Jakarta,” lanjutnya.

Dengan testing yang tinggi, kata Riza, maka kasus bisa segera ditemukan. Sehingga orang-orang yang memang memerlukan perawatan bisa segera ditangani.

“Dengan adanya penyebaran yang ditemukan melalui tes, kita bisa melakukan tracing dan kemudian treatment, inilah pola yang dilakukan oleh Jakarta dengan meningkatkan 3T dengan harapan segera mengetahui titik penyebaran COVID-19 dan pada akhirnya kita bisa melakukan tracing dan yang paling penting bisa segera melakukan treatment,” tuturnya.

Pemudik yang kembali ke Jakarta melakukan swab test antigen di Posko Swab Test Antigen RW 05, Kelurahan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakut. Foto: Dok. Istimewa

Langkah ini dinilai Riza menjadi cara untuk secepatnya menurunkan angka kasus dan mengakhiri pandemi corona.

“Bagi yang OTG bisa tinggal di rumah masing-masing, di tempat-tempat yang disediakan, termasuk kasus sedang dan berat di rumah-rumah sakit yang disediakan dan ke depan kita bisa mempercepat penurunan angka COVID-19 di Jakarta,” kata dia.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria bersama DPRD DKI menggelar rapat penyampaian 4 Raperda, Rabu (9/6). Foto: PPID DKI Jakarta

Namun, Riza menegaskan upaya menyelesaikan pandemi butuh kerja sama dari seluruh warga di Jakarta. Khususnya disiplin prokes menjadi tameng untuk melindungi masing-masing individu untuk tidak tertular atau menularkan corona.

“Yang paling penting bagi seluruh warga Jakarta tetap berada di rumah, melaksanakan prokes secara baik, disiplin, pastikan kita dalam zona yang aman yaitu tidak ada interaksi, tidak ada kerumunan, mencuci tangan menggunakan masker jaga jarak, tidur yang cukup, makan yang cukup, istirahat yang cukup, minum vitamin, herbal, tingkatkan kekebalan tubuh, berjemur,” ucapnya.

Sudah tahu semuanya apa yang harus dilakukan tinggal dikerjakan, dilaksanakan, jangan bosan, pandemi COVID-19 belum berakhir.-Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.

Comments are closed.