Viral Video Kerumunan Ultah Komunitas Truk Mini di Rumah Kades di Jember

Potongan video kerumunan warga joget di rumah Kepala Desa Tegalwangi, Umbulsari, Jember, Jawa Timur. Foto: Dok. Istimewa

Beredar video yang memperlihatkan kerumunan warga sedang joget bersama di halaman rumah Kepala Desa Tegalwangi, Umbulsari, Jember, Jawa Timur.

Dalam video viral yang berdurasi 1 menit 36 detik itu, terlihat orang memakai baju hitam tengah menari dengan irama musik. Selain itu, terlihat sejumlah penonton. Tampak warga tak menggunakan masker.

Camat Umbulsari, Akbar Winasis, mengatakan pihaknya tengah menelusuri video itu bersama dengan pihak kepolisian.

“Sangat memprihatinkan. Kami nanti harus tegas. Sekarang kami sedang menelusuri peristiwa ini bersama dengan Pak Kapolsek,” ujar Akbar, Senin (28/6).

Ia mengatakan, dari video yang ia lihat, acara itu sudah melebihi ketentuan. Ditambah, pihak tuan rumah tidak mengirimkan surat pemberitahuan kepada petugas.

Akbar menyesalkan kerumunan itu karena kecamatan Umbulsari baru saja meningkat statusnya, dari zona kuning menjadi zona oranye menyusul tambahan dua orang positif terjangkit COVID-19.

“Sudah jelas ketentuannya oleh Bupati Jember dilarang mengadakan acara yang memicu keramaian. Jangankan 50 orang, kalau 30 orang saja bisa dibubarkan. Apalagi ini malah ada pasien baru dua orang yang baru datang dari Surabaya,” keluh Akbar.

Keterangan dari Kades

Kepala Desa Tegalwangi, Andi Budi Wibowo, mengakui dirinya mengundang 25 komunitas truk mini di acara ulang tahun komunitas tersebut pada Sabtu (26/6).

Akan tetapi, ia mengatakan acaranya dikemas dengan selingan sosialisasi kepatuhan terhadap protokol kesehatan serta upaya menghidupkan ronda atau yang dahulu dikenal dengan istilah Siskamling (Sistem Keamanan Lingkungan).

Mengenai sampai terjadi kerumunan, Andi beralasan lantaran keluarga dari para komunitas ikut serta berbondong-bondong mendatangi rumahnya.

“Truk mininya cuma 25, tapi mbahe anake, ibuke, budene melu. (Truk mininya hanya 25, tapi kakek-nenek, orang tua, dan bibinya ikut datang). Sosialisasinya banyak anak kecil-kecil,” sergah Andi.

Andi sebenarnya sudah tahu ada larangan mengumpulkan banyak orang.

“Semalam itu kebetulan hari ulang tahun truk mini. Sambil saya sekalian sosialisasi prokes. Ada juga menindaklanjuti kegiatan siskamling karena situasi mengkhawatirkan,” sebutnya.

Comments are closed.