Viral Susu Bear Brand Diperebutkan Pembeli, Berikut Fakta-faktanya

Susu Bear Brand produksi Nestle. Foto: Shutter Stock

Produk susu Bear Brand menjadi rebutan masyarakat di tengah pemberlakuan PPKM Darurat untuk mengatasi pandemi COVID-19. Produk buatan Nestle tersebut juga ramai diperbincangkan di sosial media salah satunya karena susah dicari.

Kesulitan itu dikhawatirkan bisa berdampak ke melonjaknya harga di pasaran. PT Nestle Indonesia lalu angkat suara mengenai stok susu Bear Brand. Berikut ini informasi selengkapnya:

Viral di Twitter

Bear Brand atau yang juga populer disebut susu Cap Beruang, mendadak trending di twitter. Pantauan kumparan pada Sabtu (3/7), susu produksi Nestle itu jadi salah satu trending nasional

Salah satu unggahan di twitter tentang susu Bear Brand yang paling banyak mendapat respons dari netizen, diposting oleh akun @ezash. Pemilik akun bernama Eza Hazami mengunggah video berdurasi 29 detik yang menunjukkan sejumlah konsumen sebuah pusat perbelanjaan, berebut susu Bear Brand tersebut.

“Terpantau sedang rebutan susu,” tulis @ezash dikutip, Sabtu (3/7).

Tapi tak ada penjelasan soal lokasi dan waktu terjadinya peristiwa yang diunggah di twitter tersebut. Saat dilihat kumparan pada Sabtu (3/7), video tersebut sudah dilihat hampir 650 ribu kali dan mendapat ‘like’ lebih dari 10.200.

Ilustrasi nestle. Foto: Shutterstock

Nestle Indonesia Angkat Suara

PT NestleĢ Indonesia angkat suara mengenai produk susu Bear Brand yang saat ini stoknya dikabarkan sulit ditemukan di pasaran. Langkanya susu tersebut sempat ramai diperbincangkan di media sosial.

Direktur Corporate Affairs Nestle Indonesia, Debora R. Tjandrakusuma, memastikan selama pandemi COVID-19 pihaknya tetap fokus memenuhi permintaan konsumen terkait makanan dan minuman bernutrisi seperti Bear Brand, Dancow, dan Milo.

Debora mengungkapkan semua pabrik dan pusat distribusi Nestle Indonesia juga tetap beroperasi dengan memperhatikan protokol kesehatan, khususnya bagi para karyawan. Ia menegaskan tidak ada masalah dari segi produksi.

“Kami melakukan yang terbaik yang kami bisa guna memenuhi permintaan para konsumen akan produk-produk kami untuk mengoptimalkan kapasitas produksi dan rantai pasokan, terutama untuk produk susu Bear Brand,” kata Debora saat dihubungi kumparan, Minggu (4/7).

Debora mengungkapkan pihaknya juga tidak menaikkan harga. Namun, sulitnya produk Bear Brand dicari dikhawatirkan bakal berdampak juga ke kenaikan harga. Debora tidak banyak bicara mengenai persoalan tersebut. Ia menuturkan pihaknya tidak bisa menentukan harga jual akhir Bear Brand.

“Mengenai adanya kenaikan harga di e-commerce untuk produk-produk Bear Brand, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku khususnya peraturan persaingan usaha, kami tidak dapat menentukan harga jual akhir produk kami, dan yang dapat kami lakukan adalah berusaha semaksimal mungkin untuk memasok terus produk susu Bear Brand agar dapat memenuhi permintaan konsumen,” tutur Debora.

Comments are closed.