Venna Melinda Kembali Sambangi Polda Jatim, Serahkan Bukti Medis Terkait KDRT

Pengacara Hotman Paris Hutapea (kiri) bersama dengan Venna Melinda (kanan) di Ditreskrimum Polda Jatim pemeriksaan lanjutan atas kasus KDRT, Kamis (26/1/2023). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Artis Venna Melinda bersama dengan kuasa hukumnya, Hotman Paris Hutapea, mendatangi Polda Jatim pada Kamis (26/1) pagi untuk pemeriksaan lanjutan atas kasus KDRT yang dilakukan suaminya, Ferry Irawan.

Pantauan kumparan, ia tiba di gedung Ditreskrimum Polda Jatim sekitar pukul 10.25 WIB. Kedatangannya kali ini ke sana adalah untuk menyerahkan bukti medis atas kekerasan yang dialaminya beberapa waktu lalu.

“Hari ini Venna akan menyerahkan semua bukti-bukti medis, baik mengenai keadaan hidung saat itu maupun rusuknya yang sampai sekarang sakit dan itu akan dibuktikan secara medis. Jadi bukan dengan fitnahan-fitnahan,” ujar Hotman kepada wartawan, Kamis (26/1).

Ferry Irawan resmi ditahan di Mapolda Jatim atas kasus KDRT kepada istrinya, Venna Melinda, Senin (16/1/2023) Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Selain itu, kata Hotman, pihaknya akan melaporkan dan membuktikan terkait dengan ancaman yang diterimanya dari kuasa hukum Ferry melalui media sosial baru-baru ini.

“Sehubungan dengan adanya [ancaman] melalui sosmed, ancaman psywar yang menyatakan bahwa ‘Kalau enggak mau damai, gue akan bongkar kasus kau di Bogor’,” ucapnya.

Venna juga mengatakan bahwa ancaman tersebut tidak terbukti adanya. Dia juga tidak mengerti maksud dari kasus yang di Bogor sendiri seperti apa.

“Tidak ada,” kata Venna sambil geleng-geleng kepala.

“Kalau ada kasus di Bogor, buktikan,” imbuh Hotman.

Venna Melinda mengalami KDRT di salah satu hotel di Kediri pada 8 Januari lalu. Dia mengalami luka di bagian hidung. Ia sempat dirawat di rumah sakit.

Polisi sudah mengantongi bukti terkait dugaan KDRT yang dialami Venna. Bukti itu berupa handuk dan baju yang Venna kenakan. Selain itu, polisi juga memiliki rekaman CCTV. Saat ini, Ferry sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus KDRT.

Reporter: Farusma Verdian

Comments are closed.