Varian Delta Mulai Menyebar di AS, Aturan Masker Dipertimbangkan Berlaku Lagi

Mantan eksekutif farmasi GlaxoSmithKline Moncef Slaoui memakai masker setelah berbicara dengan Presiden Donald Trump di Gedung Putih, Washington, AS. Foto: REUTERS / Kevin Lamarque

Varian Delta mulai menyebar di Amerika Serikat. Beberapa negara bagian kembali mempertimbangkan aturan wajib masker.

Varian virus corona Delta lahir di India saat negara itu dihantam tsunami COVID-19. Varian tersebut lebih menular dan mematikan dibanding varian corona lain.

Beberapa ahli medis AS mulai mengkhawatirkan soal varian Delta. Mereka memprediksi varian Delta bakal dominan di AS dan menjadi penyebab lonjakan kasus COVID-19.

Ilustrasi virus corona di Los Angeles, Amerika Serikat. Foto: Reuters/Jayne Kamin-Oncea

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS menyebut, varian itu masih bisa menginfeksi orang yang sudah menerima vaksin COVID-19 dosis penuh.

Mereka menduga lonjakan berpotensi terjadi di AS pada musim gugur mendatang. Musim gugur di AS berlangsung pada September mendatang.

Saat ini kota Los Angeles telah kembali memberlakukan anjuran wajib masker di ruangan tertutup. Anjuran itu berlaku pula kepada warga yang sudah divaksin.

Keputusan pemerintah kota Los Angeles diambil lantaran varian Delta menyebar dengan cepat di kota tersebut.

“Pedoman baru untuk memakai masker secara sukarela diperlukan sampai pejabat kesehatan mempunyai pengetahuan lebih soal bagaimana kepada siapa varian Delta menyebar,” kata Departemen Kesehatan Los Angeles seperti dikutip dari CNN.

Presiden AS Joe Biden melepas masker saat melonggarkan penggunaan masker. Foto: Kevin Lamarque/Reuters

Sementara itu, Gubernur New Jersey Phil Murphy mengatakan, dirinya mempertimbangkan kewajiban masker. Namun, untuk saat ini anjuran tersebut dirasa belum perlu kembali diberlakukan.

“Kebijakan bisa berubah bila situasi makin buruk,” kata Murphy.

Sebelumnya pada pertengahan Mei 2021 lalu, Presiden AS Joe Biden mengumumkan warga yang sudah divaksin boleh membuka masker. Langkah itu diambil setelah Biden mendapat rekomendasi Otoritas Kesehatan AS.

Saat itu Biden bahkan menyebut, keputusan untuk membuka masker adalah kemenangan besar AS terhadap virus corona.

Kandidat Presiden dari Partai Demokrat Joe Biden mengenakan masker dobel saat tiba di Fort Lauderdale, Florida, AS pada 13 Oktober 2020. Foto: JIM WATSON / AFP

“Buka masker Anda. Anda berhak melakukan sesuatu yang dikenal orang Amerika di seluruh dunia: menyapa orang lain dengan senyuman,” ucap Biden ketika itu.

Sampai saat ini pun, AS masih menjadi negara dengan total kasus infeksi virus corona tertinggi dunia. Meski demikian, sejak Mei 2021 atau tepat saat Biden mengumumkan anjuran buka masker, kasus corona di AS terus merosot.

Rata-rata penambahan kasus di AS stabil di bawah 20 ribu. Kendati varian Delta mulai menyebar, belum terlihat adanya penambahan kasus COVID-19 di Negeri Paman Sam.

Comments are closed.