Varian Delta Menyebar di Fiji, Rumah Sakit dan Kamar Mayat Terisi Penuh

Polisi berpatroli di area perumahan untuk memeriksa orang-orang yang mengenakan masker di Suva, Fiji. Foto: Leon Lord/AFP

Fiji kewalahan menghentikan laju penyebaran virus corona. Makin cepatnya penularan corona disebabkan kemunculan varian Delta.

Varian Delta lahir di India saat negara itu menghadapi tsunami COVID-19 beberapa bulan lalu. Varian tersebut lebih menular dan mematikan dari jenis lain yang ada sebelumnya.

Akibat menyebarnya virus corona varian Delta pada Selasa (6/7/2021), Fiji melaporkan penambahan 636 kasus dan enam kematian.

Bagi negara kecil seperti Fiji, penambahan sebanyak itu adalah malapetaka. Bahkan, karena corona terus melonjak kamar mayat dan rumah sakit di Fiji terisi penuh.

Polisi berpatroli di area perumahan untuk memeriksa orang-orang yang mengenakan masker di Suva, Fiji. Foto: Leon Lord/AFP

Salah satu rumah sakit terbesar di ibu kota Suva, RS Memorial Perang Kolonial, seluruh kamar berjumlah 500 telah dijadikan ruang khusus perawatan pasien COVID-19.

Pemerintah Fiji bahkan sudah mengakui, banyak pasien COVID-19 yang terlambat mendapat perawatan karena rumah sakit terisi penuh. Beberapa di antaranya meninggal di rumah.

“Sayangnya kami melihat warga sakit berat meninggal di rumah atau dalam perjalanan ke rumah sakit sebelum medis memberikan pertolongan yang bisa menyelamatkan nyawa,” kata keterangan Kementerian Kesehatan Fiji seperti dikutip dari Reuters.

Meski kasus corona semakin besar, Pemeritah Fiji memastikan tak akan lockdown. Cara yang diambil untuk meredam penyebaran corona adalah memperluas vaksinasi.

Saat ini sebanyak 54 persen warga Fiji sudah menerima satu dosis vaksin COVID-19. Fiji menggunakan vaksin AstraZeneca dan Sinopharm.

Comments are closed.