Varian Baru Corona, Aceh Tunggu Hasil Periksa 49 Sampel dari Litbangkes Jakarta

Layar untuk monitor pasien COVID di RSUDZA Banda Aceh. Foto: Abdul Hadi/acehkini

Guna deteksi varian baru virus corona di Aceh, Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balai Litbangkes) Aceh telah mengirim 49 spesimen COVID-19 ke Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI Pusat di Jakarta.

“Spesimen yang dikirim merupakan sampel swab terkonfirmasi COVID-19 di Aceh untuk pemeriksaan dengan metode whole genom sequencing (WGS),” tutur Saifullah Abdulgani alias SAG, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Aceh, Sabtu (3/7/2021).

Mengutip keterangan Kepala Balai Litbangkes Aceh, Fahmi Ichwansyah, pemeriksaan spesimen dengan metode WGS, bertujuan untuk mengetahui mutasi virus corona dalam berbagai varian. Sampai saat ini belum ditemukan varian baru di Aceh.

Kata SAG, Pemeriksaan spesimen dengan metode WGS sebagai surveilans, bukan pemeriksaan rutin. Spesimen yang diperiksa adalah sampel swab terpilih dari sejumlah sampel yang terkonfirmasi positif COVID-19, berdasarkan hasil pemeriksaan dengan metode real time polimerase chain reaction (RT-PCR) di Laboratorium Balai Litbangkes Aceh.

Pengiriman spesimen positif COVID-19 sebagai surveilans Genom Virus SARS-CoV-2 tersebut disertai formulir penyelidikan epidemiologi, dan dituju langsung kepada Kepala Pusat Litbangkes Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Badan Litbangkes, Kementerian Kesehatan RI di Jakarta.

Spesimen telah dikirimkan sejak 9 Juni 2021 lalu, dan belum dapat dipastikan kapan akan diterima Balai Litbangkes Aceh. “Pengalaman pada pengiriman sebelumnya, hasil pemeriksaan diperoleh sekitar dua bulan. Bukan pemeriksaannya yang lama, melainkan spesimen yang harus diperiksa sangat banyak di sana,” jelas SAG.

Sampai kini, belum ada varian baru virus corona di Aceh. Hasil pemeriksaan 23 spesimen swab positif Covid-19 yang dikirim Balai Litbangkes Aceh ke Badan Litbangkes, Kemenkes RI, di Jakarta, pada pertengahan Maret 2021, semuanya negatif virus varian baru, baik varian Alfa, Beta, maupun varian Delta.

Sebelumnya disebutkan, virus corona jenis terbaru atau dikenal sebagai varian B.1.1.7 (Alpha) mulai mengincar masyarakat Aceh, setelah ditemukan dua kasus varian Alpha di Provinsi Sumatera Utara, yang bertetangga dengan Aceh. []

Comments are closed.