Vaksin Johnson & Johnson Diklaim Picu Respons Imun Kuat Terhadap Varian Delta

Ilustrasi vaksin corona Johnson & Johnson. Foto: Dado Ruvic/REUTERS

Vaksin COVID-19 dosis tunggal Johnson & Johnson disebut menimbulkan respons yang kuat dan persisten terhadap virus corona varian Delta dan varian-varian yang umum lainnya.

Perusahaan Johnson & Johnson mengungkapkan bahwa daya tahan respons imun yang ditimbulkan oleh vaksin tersebut bertahan hingga setidaknya delapan bulan.

Vaksin yang dikenal dengan nama Janssen ini juga memiliki efikasi hingga 85 persen dan dapat membantu mencegah perawatan di rumah sakit dan kematian jika terpapar COVID-19.

“Data terkini selama delapan bulan yang kami pelajari, sejauh ini menunjukkan bahwa vaksin COVID-19 dosis tunggal Johnson & Johnson menunjukkan respons antibodi penetralisir kuat yang tidak melemah; bahkan, kami menemukan adanya peningkatan dari waktu ke waktu,” ujar Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Johnson & Johnson, Mathai Mammen dikutip dari Reuters, Jumat (2/7).

Ilustrasi vaksin corona Johnson & Johnson. Foto: Dado Ruvic/REUTERS

Vaksin ini menunjukkan aktivitas antibodi penetralisir terhadap varian Delta, varian virus corona yang pertama diidentifikasi di India, yang bahkan lebih tinggi dibandingkan terhadap varian Beta—varian yang ditemukan pertama kali di Afrika Selatan.

Sebelumnya, vaksin COVID-19 produksi Moderna dan Sputnik V juga disebut memiliki kemampuan yang baik dalam melindungi tubuh dari varian Delta.

Varian Delta merupakan varian virus corona yang memiliki tingkat penularan jauh lebih tinggi dibandingkan strain atau varian lainnya. Varian ini juga diduga menjadi dalang di balik peningkatan kasus COVID-19 di sejumlah negara dunia.

Comments are closed.