Usai Dilantik, 332 PPS di Raja Ampat Diminta Profesional dan Berintegritas

Ketua KPU Raja Ampat, Steven Eibe, S STP, Lantik 32 anggota PPS se Raja Ampat di aula kantor KPU Raja Ampat. Foto Wim/BalleoNEWS

Bupati Raja Ampat membuka acara pelantikan dan pengambilan sumpah janji 332 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk Pemilu Serentak tahun 2024, bertempat di aula kantor KPU Raja Ampat, Selasa (24/1/2023).

AFU, sapaan akrab bupati Raja Ampat, menyampaikan ucapan selamat kepada para anggota PPS yang telah dilantik. Dia pun berpesan agar mereka menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab pada Pemilu 2024.

Lewat acara pelantikan yang dihadiri unsur Forkopimda kabupaten Raja Ampat itu, ia juga berpesan bagi para anggota PPS untuk konsisten pada sumpah dan janji yang diucapkan.

“Kepada seluruh anggota PPS yang baru saja dilantik, saya berpesan kepada seluruh anggota PPS supaya konsisten pada sumpah dan janji yang baru saja diucapkan,” ujar bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati.

Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, SE saat membuka acara pelantikan PPS SE kabupaten Raja Ampat. Foto Wim/BalleoNEWS

Ia pun menyebut, sebagai lembaga badan Adhoc, 332 anggota PPS se-kabupaten Raja Ampat ini harus memiliki jiwa integritas, netralitas, dan profesionalitas.

Ketua KPU Raja Ampat, Steven Eibe, usai melantik 332 anggota PPS, dirinya bersama teman-teman komisioner berharap setelah dilantiknya anggota PPS di 117 kampung 4 Kelurahan di kabupaten Raja Ampat semua proses dan tahapan Pemilu berjalan lancar.

“Kita berharap untuk teman-teman PPS yang baru dilantik ini, mereka dapat melaksanakan tahapan ini dengan rasa tanggungjawab, taat kepada aturan yang ada

Steven Eibe juga memberikan ketegasan kepada seluruh anggota PPS kabupaten Raja Ampat agar tidak berpolitik praktis, saat menjalankan tugas sebagai penyelenggara pemilu di tingkat kampung.

“Kami berharap seluruh anggota PPS yang baru dilantik tidak berpolitik praktis saat sedang menjalankan tugas sebagai penyelenggara pemilu di tingkat kampung,” tegasnya.

Reporter: Wim Makatita

Comments are closed.