Upaya Pembunuhan Charles de Gaulle yang Selalu Gagal

Charles de Gaulle | Wikimedia Commons

Berbagai upaya pembunuhan pernah dialami oleh pemimpin Prancis, Charles de Gaulle, selama ia menduduki beberapa posisi penting di negerinya. Charles de Gaulle pernah menjadi pemimpin dari gerakan kemerdekaan Prancis selama Perang Dunia II. Ketika itu ia cukup dibenci oleh angkatan laut Prancis karena bertanggung jawab atas terbunuhnya banyak perwira setelah ia memutuskan untuk bekerjasama dengan Inggris.

Upaya pembunuhan pertama terhadap Charles de Gaulle dilakukan di sebuah pelabuhan di Dakkar, ibu kota Afrika Barat, yang ketika itu diduduki oleh Prancis. Saat Charles de Gaulle sedang berdiri di jembatan Georges Leygues, seorang perwira junior yang mengawalnya tiba-tiba mengangkat senjatanya dan mengarahkan ke leher sang jenderal. Namun, gagal menembaknya karena dihalangi oleh Jean le Guichet, perwira lain yang kebetulan berjelan di dekatnya.

Pada 1954, kekuasaan Prancis atas Indo Cina berhasil dilepaskan berkat pemberontakan yang dilakukan pasukan geriliya Ho Chi Minh di Vietnam. Dua tahun kemudian muncul upaya pemberontakan lain yang dilakukan di Algeria, yang ingin mengusir Prancis dari wilayah Afrika Utara. Pada 1958, seorang komandan Prancis, Jenderal Raoul Salan, menuntut adanya kudeta militer untuk mendirikan pemerintahan Prancis di Algeria.

Charles de Gaulle | Wikimedia Commons

Charles de Gaulle pun pergi ke Algeria untuk menghadiri sebuah acara pertemuan dengan rakyat Algeria. Tanpa disangka, seorang penembak jitu diketahui tengah mengarahkan senjatanya ke arah Charles de Gaulle. Dalam pidatonya de Gaulle mengatakan bahwa ia akan tetap mempertahankan Algeria berada di bawah kekuasaan Prancis. Pernyataan de Gaulle tersebut membuat penembak jitu itu mengurungkan niatnya. Sang pemimpin pun kembali selamat dari upaya pembunuhan.

Pada akhir tahun 1960-an, Jenderal Salan pensiun dari militer dan menjadi pimpinan OAS (Organisation Armee Secrete), sebuah organisasi teroris yang menyerang kelompok muslim dan gerakan yang dipimpin de Gaulle. Selain Salan, Letnan Roger Degueldre pun menjadi pemimpin pasukan pembunuh organisasi tersebut. Pada 1961, de Gaulle masuk dalam target pembunuhan OAS.

Rencana pembunuhan terhadap sang pemimpin akan dilakukan dalam perjalanan pulangnya dari Paris menuju rumahnya di Colombey-les-Deux Eglises. Mereka memasang bom di sebuah kontainer berisi napalm di jalanan dekat Desa Crancey. Para pembunuh OAS telah mengatur sedemikian rupa agar ledakan terjadi ketika mobil berada pada kecepatan 113 km/jam. Namun upaya tersebut kembali gagal, satu-satunya kerusakan dari peristiwa itu adalah kaca depan mobil presiden.

Pada 1962, Salan dan Degueldre ditangkap oleh pasukan pemerintah Prancis. Salan dihukum seumur hidup, sedangkan Degueldre menerima hukuman mati. Pada bulan Juni, de Gaulle memberikan kemerdekaan kepada Algeria di bawah pemerintahan FLN. Pada Agustus 1962, de Gaulle kembali mendapatkan teror dari salah satu rakyatnya. Kali ini upaya pembunuhan dilakukan oleh Kolonel Jean Bastien Thiry.

Mobil yang ditumpangi Charles de Gaulle. ketika ia mengalami percobaan pembunuhan. | Wikimedia Commons

Rencana pembunuhan dilakukan ketika de Gaulle tengah berada di sebuah mobil bersama istrinya. Mobil presiden diiringi oleh dua buah sepeda motor di depannya untuk membuka jalan, dan diikuti sebuah mobil yang berisi pasukan bersenjata.

Perencanaan yang tidak matang membuat upaya pembunuhan kali ini kembali gagal. Para pembunuh tidak melakukan tugasnya dengan baik sehingga mereka terkesan tergesa-gesa dalam melakukan serangan pembunuhan itu. Satu-satunya luka yang dialami de Gaulle hanyalah goresan akibat pecahan kaca setelah mobilnya dihujani tembakan yang cukup banyak. De Gaulle kembali selamat dari kematiannya.

Makam Charles de Gaulle. | Wikimedia Commons

De Gaulle berhasil selamat dari 31 upaya pembunuhan, baik itu perencanaan skala besar ataupun skala kecil. Banyaknya upaya pembunuhan terhadapnya membuat, dan seluruhnya selamat, membuat de Gaulle disebut sebagai pemimpin paling beruntung. Namun, tidak selamanya ia beruntung dalam mengindari maut. Charles de Gaulle wafat pada 9 November 1970 akibat dari serangan jantung ketika ia sedang bersantai di rumahnya.

Referensi:

https://www.biography.com/

Comments are closed.