Tutup Pleidoi, Ferdy Sambo Kutip Ayat Alkitab soal Hajar dan Tobat

Terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yousa Hutabarat atau Brigadir J, Ferdy Sambo (kedua kanan) berjalan menuju ruang sidang di Pengadian Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (17/1/2023). Foto: ANTARA FOTO/Fauzan

Ferdy Sambo menutup pembacaan nota pembelaan atau pleidoinya dengan mengutip ayat Alkitab. Ia mengakui sebagai manusia tak lepas dari dosa, dan meminta untuk diberikan kesempatan bertobat.

“Sebagai manusia biasa saya juga tak luput dari salah dan dosa, kiranya Tuhan maha pengasih berkenan mengampuni saya, memberikan kesempatan kepada saya untuk bertobat dan memperbaiki diri,” kata Sambo di akhir pleidoinya yang dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (24/1).

Berikut ayat Alkitab yang dikutip Sambo:

Mazmur 51:11 (51:13): Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku

Wahyu 3 ayat 19: Barang siapa ku kasihi, ia ku tegor dan ku hajar, sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah

Ferdy Sambo dan Putri Chandrawathi vs Richard Eliezer. Foto: ANTARA dan kumparan

Ayat di atas dikutip Sambo sebagai bentuk penyesalan dan meminta untuk diampuni.

Bagi Sambo, peristiwa yang telah terjadi adalah pengalaman berharga bagi dirinya. Saat ini, ia berharap majelis hakim memutus perkaranya ini dengan objektif dan seadil-adilnya untuk masa depan dirinya dan keluarganya.

“Masa lalu adalah pengalaman berharga, hari ini adalah kehidupan kepastian, hari esok adalah pengharapan,” pungkas Sambo.

Dalam pleidoinya, Sambo menegaskan bahwa tidak pernah merencanakan atas pembunuhan Brigadir Yosua. Ia hanya berniat mengklarifikasi Yosua terkait peristiwa di Magelang.

Sambo membantah dakwaan dan tuntutan pembunuhan berencana sebagaimana dijatuhkan jaksa.

Dalam perkara ini, Sambo dituntut penjara seumur hidup oleh jaksa. Ia diyakini terbukti dan sah melakukan pembunuhan berencana atas Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat sebagaimana diatur dalam Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Comments are closed.