Truk Listrik Pertama Mercedes-Benz, Jakarta ke Jawa Tengah Nggak Perlu Ngecas!

Truk listrik Mercedes-Benz eActros. dok. Daimler

Pabrikan kendaraan niaga perlahan tapi pasti juga ikut berkomitmen perwujudan lingkungan yang lebih asri dan hijau, lewat pengembangan truk listrik. Terbaru ada Daimler Truck yang merilis truk listrik pertama Mercedes-Benz.

Produknya berbasis truk pekerja berat Actros, yang ditujukan untuk distribusi barang jarak jauh, dengan daya angkut 18 hingga 26 ton. Karena berbasis listrik murni, maka namanya menjadi Mercedes-Benz eActros.

“Transportasi adalah bagian dari masalah dalam hal perubahan iklim. Pada saat yang sama, kita bisa menjadi bagian dari solusi. Kami memulainya dengan eActros kami,” kata Anggota Dewan Manajemen di Daimler Truck AG Truk Mercedes-Benz, Karin Radstrom dalam pernyataan resmi.

Hanya saja kemampuannya menjadi terbatas. Sebab daya jelajahnya dalam sekali pengisian baterai penuh bisa sekitar 400 km. Kasarannya jarak segitu serupa dari Jakarta hingga ke Banjarnegara, Jawa Tengah.

Head of Sales & Marketing di Mercedes-Benz Trucks, Andreas von Wallfeld menambahkan meskipun terbatas, spesifikasinya telah ditingkatkan dari versi prototipe yang dirilis 2018 lalu.

Truk listrik Mercedes-Benz eActros. dok. Daimler

Jadi pada tahap pengembangannya sebelum dilepas ke pasaran, prototipe eActros digunakan dulu oleh 20 industri yang beragam selama 2 tahun. Tujuannya supaya bisa mengumpulkan masukkan dari pengguna soal performa hingga pengalaman pakainya.

“Pengembangan eActros berfokus pada kemitraan dengan pelanggan kami. Dibandingkan dengan prototipe, beberapa fitur seperti jangkauan, tenaga penggerak, dan keselamatan telah ditingkatkan secara signifikan,” jelasnya.

Spesifikasi truk listrik Mercedes-Benz eActros

Sumber tenaganya berasal dari sepasang motor listrik yang dilengkapi sistem pendingin cairan. Pabrikan menyematkannya pada gandar belakang truk.

Data teknis mengungkapkan tenaganya bisa mencapai 442,5 dk. Bahkan apabila tidak dilimitasi, produksi daya maksimumnya sebesar 536 dk. Lantaran berbasis listrik, momen puntirnya juga terbilang besar, 11.000 Nm!

Torsi puncak super badak itu tentunya dibutuhkan untuk mengangkut muatan yang berat. Sebagai perbandingan, Mercedes Benz Actros 2640 LS, bermesin diesel 12.000 cc V6, tenaganya 394 dk dan torsinya hanya 1.850 Nm.

Daya listrik eActros dipasok dari baterai berkapasitas 240 kWh. Maka dari itu pengisian dayanya butuh arus listrik yang besar. Misalnya ada fasilitas fast charging 20 kW, dari kosong sampai penuh makan waktu pengecasan 12 jam.

Pada tahap produksi awal, truk listrik Mercedes-Benz eActros barus tersedia di Eropa mencakup Jerman, Austria, Swiss, Italia, Spanyol, Prancis, Belanda, Belgia, Inggris, Denmark, Norwegia, dan Swedia.

Bakal makin banyak nih truk listrik heavy duty. Sebelumnya ada Scania, kemudian Volvo yang bakal merilis truk listrik baru tahun ini. Tinggal tunggu Tesla Semi yang sampai saat ini belum masuk jalur produksi.

Comments are closed.