TNI Tangkap Kapal Asing Pengangkut Minyak Goreng, Kemendag Buka Suara

Pangkoarmada RI Laksamana Madya Agung Prasetiawan (kiri) meninjau barang bukti kontainer yang berisi minyak goreng di Dermaga Belawan International Container Terminal (BICT), Medan, Sumatera Utara, Jumat (6/5/2022). Foto: Fransisco Carolio/ANTARA FOTO

Kementerian Perdagangan atau Kemendag buka suara terkait Kapal Patroli TNI AL KRI Karotang-872 berhasil menangkap satu kapal tanker MV Mathu Bhum yang mengangkut kontainer berisi minyak goreng di Perairan Belawan Medan, 4 Mei lalu.

Minyak goreng ini diduga akan dikirim ke luar negeri. Kapal tersebut memuat sebanyak 436 kontainer dan 34 kontainer di antaranya memuat RBD Palm Olein. Kapal ini berlayar dengan tujuan Port Klang Malaysia (pelabuhan bongkar), Singapura, dan Thailand.

Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Veri Anggrijono mengatakan, pihaknya bersama TNI AL sedang memeriksa legalitas dokumen yang bersangkutan.

“Dokumen-dokumennya itu lagi di cek oleh kita bersama. Sepanjang itu dokumen belum melebihi waktu yang ditentukan pelarangan ekspor tidak ada masalah,” ujar dia kepada kumparan, Rabu (11/5).

Apabila Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) melebihi batas waktu pelarangan ekspor yakni 27 April, lanjut Veri, maka kapal tersebut patut diduga menyelundupkan minyak goreng.

“Kalau kapal tersebut terbukti penyelundupan, maka terkena UU Kepabeanan Bea Cukai,” jelas Veri.

Pangkoarmada RI Laksamana Madya Agung Prasetiawan (tengah) memberikan keterangan terkait kasus penangkapan kapal penyelundup minyak goreng di Dermaga Belawan International Container Terminal (BICT), Medan, Sumatera Utara, Jumat (6/5/2022). Foto: Fransisco Carolio/ANTARA FOTO

Adapun sebelumnya, TNI AL juga menangkap dan memeriksa kapal TB NSS II dan TK Bumi Palma yang memuat 4.100 ton Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit mentah pada hari Jumat (29/4). Kapal tersebut diamankan saat berlayar di perairan Balikpapan.

Pada 28 April lalu, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan eksportir yang telah mendapatkan nomor pendaftaran PEB paling lambat 27 April 2022 tetap dapat melaksanakan ekspo

Comments are closed.