Tips dari Ahli: Tak Perlu Panik saat Aset Kripto Menukik

Ilustrasi grafik pasar saham kripto. Foto: Shutterstock

Pasar kripto diguncang dengan merosotnya harga aset kripto Terra LUNA COIN. Harga aset kripto asal Korea Selatan tersebut anjlok 99,47 persen dalam 24 jam.

Berdasarkan situs CoinMarketCap, pada Jumat (13/5) pukul 14.00 WIB, LUNA diperdagangkan pada USD 0,00005687 dengan market cap USD 557 juta, atau anjlok 63 persen.

Sebelumnya, LUNA telah mencapai harga tertinggi sepanjang masa pada Selasa (5/4) sebesar USD 119,18 per koin atau setara Rp 1,73 juta. Pada saat itu kapitalisasi pasarnya mencapai USD 40 miliar.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo), Teguh Kurniawan Harmanda, menilai kondisi market memang bisa naik dan turun. Untuk itu, ia meminta pelaku pasar menyikapi kondisi tersebut dengan tenang dan hati-hati.

“Ruang kripto masih merupakan pasar baru, di mana pertumbuhan dan siklus bisa naik dan turun. Kondisi penurunan market saat ini, tidak hanya terjadi di kripto saja. Pasar modal pun mengalami hal yang serupa. Inflasi pun relatif tetap mendekati level tertinggi. Tidak pernah ada tempat berlindung yang aman, ketika badai sedang dalam kekuatan penuh,” kata Manda, Jumat (13/5).

Manda melihat aksi jual yang luas di market memang tidak dapat dihindari. Namun dia mengingatkan kondisi tersebut bukan saatnya untuk panik. Jika pasar modal kembali pulih, diharapkan hal serupa terjadi di kripto.

Manda menjelaskan ada ketidakpastian lain yang mengganggu sentimen investor secara bersamaan, yaitu geopolitik Rusia dengan Ukraina, inflasi yang memburuk, masalah rantai pasokan, fluktuasi harga minyak, pertumbuhan yang melambat di China, dan kekhawatiran dampak wabah COVID-19 yang juga berkontribusi terhadap kecemasan.

“Banyak aset telah naik cukup tinggi dalam beberapa bulan dan tahun terakhir, mungkin sampai-sampai mereka diperdagangkan lebih dari yang seharusnya. Saat situasi sangat tidak pasti seperti sekarang, volatilitas pasar selalu lebih tinggi,” ujar Manda.

Manda menjelaskan industri kripto telah tumbuh dengan berbagai inovasi yang dapat mengubah kehidupan. Apa yang dimulai sebagai konsep ekonomi, seperti investasi kini telah merambah ke dunia ekosistem blockchain. Sebuah inovasi bisa saja gagal dan berhasil, termasuk stablecoin algoritmik adalah salah satunya.

“Drama yang terjadi saat ini sedang menguji stablecoin algoritmik untuk melihat apakah mereka berhasil atau gagal. Namun, ada banyak sisi baik dari stablecoin dengan konsep yang berbeda. Diharapkan para pengembang project kripto dapat menemukan inovasi mutakhir dalam waktu dekat melalui proyek-proyek baru,” terang Manda.

Logo Terra LUNA. Foto: dx15/Shutterstock

Senada dengan Manda, CEO Indodax Oscar Darmawan, merasa penurunan pada aset kripto sama seperti layaknya hukum pasar, di mana harga murah terjadi karena aksi jual lebih banyak dilakukan daripada aksi beli. Sehingga penawaran yang ada lebih banyak dibanding permintaannya.

“Aksi jual yang banyak dilakukan oleh para investor ini tentu ada pemicu nya seperti kebijakan dari The Fed yang menaikkan suku bunga untuk meredam inflasi di Amerika yang sedang melonjak dan insiden jatuhnya kripto LUNA,” terang Oscar.

Oscar merasa para investor juga tidak perlu terlalu panik karena market kripto bakal rebound. Sebab, kata Oscar, kripto sifatnya fluktuatif atau naik dan turun.

“Ada saat di mana harga Bitcoin dan lain-lain tiba-tiba meningkat drastis dan justru tidak lagi turun. Sebagai tambahan informasi, Indodax sudah pernah mengalami hal serupa sebelumnya,” tutur Oscar.

“Jika dilihat secara historis pun pattern bearish seperti ini tetap akan terjadi dan kemungkinan besar akan diikuti dengan All Time High kembali nanti,” tambahnya.

Comments are closed.