Tes Swab untuk Ratusan Warga Minahasa yang Ambil Paksa Jenazah COVID-19

Warga mengamuk dan mengambil paksa jenazah yang akan dikuburkan menggunakan protokol COVID-19

MINAHASA – Ratusan warga yang terekam video mengambil paksa jenazah yang akan dikuburkan dengan protokol COVID-19, dipastikan akan diperiksa dan dilakukan tes swab PCR.

Hal ini disampaikan Kepala Puskesmas Desa Tanawangko, dr Pruly, saat dihubungi manadobacirita, Senin (5/7) hari ini. Menurut dr Pruly, pihaknya bersama dengan Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Kabupaten Minahasa, sudah melakukan tracing dan tracking semua warga yang terlibat dalam pengambilan jenazah tersebut.

Hal ini perlu dilakukan, mengingat para warga yang mengambil jenazah tersebut, ada kemungkinan bisa terjadi transmisi, dan akhirnya positif COVID-19.

“Tapi saya belum bisa memastikan ada berapa banyak yang akan dilakukan uji swab. Karena saat ini, masih dilakukan pendataan, mengingat banyak sekali yang terdeteksi dalam kejadian itu,” kata dr Pruly.

Menurutnya, karena banyaknya warga yang terkait langsung dengan kejadian itu, pihaknya akan melakukan uji swab secara bertahap.

Sementara itu, dr Pruly juga menjelaskan jika kejadian tersebut terjadi pada Jumat (2/7) pekan lalu, di pekuburan Desa Tambala, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa.

“Kasus ini sudah dilaporkan ke Satgas Kabupaten dan langsung mendapatkan tindakan, lewat tracing dan tracking,” kata dr Pruly kembali.

Sekadar diinformasikan, video warga mengambil paksa jenazah yang ingin dikubur dengan protokol COVID-19, menjadi viral di media sosial dan grup whatsapp.

Dalam video tersebut, nampak warga mengamuk dan memaki para petugas yang menggunakan pakaian APD lengkap di lahan pekuburan. Ratusan massa, kemudian mengambil secara paksa jenazah dan membawanya. Tak hanya itu, dari narasi yang ada di dalam video, kaca mobil jenazah katanya sudah dipecahkan.

Dalam video berdurasi 1 menit 26 detik, disebutkan jika jenazah adalah seorang bernama Haji Manaf, dan akan dikuburkan di pekuburan COVID-19.

febry kodongan

Comments are closed.