Terungkap! Ini yang Bikin Ivermectin Raib di Toko Online

Ilustrasi IVERMECTIN, obat cacingan yang disebut-sebut efektif mengatasi COVID-19. Foto: Shutter Stock

Ivermectin hilang di toko online. Hal ini diketahui dari pantauan kumparan, Senin (5/7), di sejumlah platform e-commerce.

Padahal sejak obat parasit cacing ini diyakini bisa mengatasi COVID-19, banyak dijual bebas. Bahkan harganya melambung hingga puluhan ribu rupiah, padahal yang produksi BUMN Indofarma dijual di kisaran Rp 6.000 per tablet.

Sementara ivermectin buatan produsen lain, seperti Harsen Laboratories, di toko online sempat ada yang menjual hingga Rp 443.000 untuk kemasan 1 strip berisi 10 tablet. Artinya harga per tablet mencapai Rp 44.300.

Saat ini, ivermectin mulai sulit ditemukan di platform e-commerce. Saat kumparan mencarinya pada Senin (5/7) dengan kata kunci ivermectin 12 mg tablet di platform Shopee misalnya, hasilnya tidak ditemukan. Begitu juga di Lazada yang diberikan keterangan “Maaf! Produk ini tidak tersedia”. Hal serupa juga terjadi di Tokopedia dan Bukalapak.

Tangkapan layar pencarian Ivermectin 12 mg tablet yang tidak ditemukan di e-commerce. Foto: Moh Fajri/kumparan

Menghilangnya ivermectin dari perdagangan bebas, khususnya di toko online, terkait larangan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kepala BPOM, Penny Kusumastuti Lukito, mengatakan pembelian ivermectin harus melalui resep dokter.

“Tidak bisa juga diperjualbelikan media online ya, dalam jalur online, apabila tidak dalam cara distribusi obat yang baik ya,” katanya saat konferensi pers virtual, Jumat (2/7).

Penny menyatakan pembelian harus menggunakan bukti serah terima resep. Ia juga mengingatkan supaya pembeli melakukan konsultasi kepada dokter sebelum membeli.

“Walaupun melalui online, tapi ivermectin harus dengan resep dokter dan diserahterimakan dengan oleh apoteker yang bertanggung jawab,” ujar Kepala BPOM itu.

Ivermectin Obat Terapi COVID-19? Foto: kumparan

Comments are closed.