Tepi Barat Kembali Berdarah, Warga Palestina Tewas Ditembak Tentara Israel

Foto udara permukiman Yahudi di Ofra di pinggiran timur Ramallah di Tepi Barat yang diduduki Israel pada 14 Oktober 2020. Foto: AHMAD GHARABLI / AFP

Seorang pria Palestina tewas ditembak tentara Israel di Tepi Barat Sabtu (3/7) waktu setempat. Insiden ini dipastikan langsung pihak berwenang Palestina.

Sementara tentara Israel menggambarkan insiden ini sebagai “konfrontasi kekerasan” antara warga Palestina dan pemukim Yahudi.

Dikutip dari AFP, tentara Israel tidak mengkonfirmasi kematian warga Palestina itu, hanya membenarkan telah menembak seorang ‘tersangka’ yang melempar “benda mencurigakan yang meledak pada tentara” di tengah kerusuhan.

Tentara Israel mengatakan, konfrontasi kekerasan antara puluhan warga Palestina dan pemukim Israel kian memanas di dekat Desa Qusra. Konfrontasi diwarnai aksi saling lempar batu.

“Pasukan yang berada di lokasi melakukan operasi untuk menjauhkan kedua belah pihak dari daerah tersebut dengan menggunakan sarana pembubaran kerusuhan,” jelas tentara Israel.

“Selama kegiatan itu, seorang tersangka diidentifikasi melemparkan benda mencurigakan yang meledak ke arah tentara, yang merespons dengan menembaki ancaman itu,” tambah pernyataan itu.

Seorang anggota polisi perbatasan Israel menembakkan senjata selama protes anti-Israel oleh Palestina atas ketegangan di Yerusalem, di Betlehem di Tepi Barat yang diduduki Israel, Senin (10/5). Foto: Mussa Qawasma/REUTERS

Sementara, Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, korban bernama Mohammad Fareed Hasan, berusia 20-an. Korban tewas di desanya, Qusra, dekat kota Nablus, akibat tembakan Israel. Sementara dua warga lainnya terluka.

“Hasan sedang berdiri di atap rumahnya ketika dia ditembak mati,” kata sebuah laporan di kantor berita resmi Wafa.

Menurut Wafa, warga Palestina di Qusra, “menangkis serangan oleh pemukim Israel garis keras”.

Permukiman Yahudi di Tepi Barat, wilayah Palestina yang diduduki Israel sejak 1967, telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Foto udara permukiman Yahudi di Givat Zeev, dekat kota Ramallah, Tepi Barat yang diduduki Israel pada 13 Mei 2020. Foto: AHMAD GHARABLI / AFP

Bentrokan antara warga Palestina, pemukim Israel, dan tentara biasa terjadi di wilayah ini.

Daerah Nablus telah menyaksikan ketegangan yang meningkat dalam beberapa hari terakhir, ketika orang-orang Palestina mengadakan protes keras terhadap pembangunan pos terdepan Yahudi ilegal di dekat Desa Beita.

Para pemukim dievakuasi dari pos terdepan pada Jumat (2/7), sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak yang tercapai dengan pemerintah koalisi baru Israel.

Ada sekitar 475.000 pemukim Yahudi di Tepi Barat, tinggal bersama sekitar 2,8 juta warga Palestina. Wilayah ini dianggap ilegal oleh sebagian besar komunitas internasional.

Comments are closed.