Temuan Bangkai Kapal KMP Yunicee dan Dugaan Kelebihan Muatan

Kapal Angkatan Laut (KAL) Rajegwesi melakukan pencarian melakukan pencarian KMP Yunicee yang tenggelam di Selat Bali terlihat dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (30/6/2021). Foto: Budi Candra Setya/ANTARA FOTO

Proses pencarian bangkai KMP Yunicee yang tenggelam di Selat Bali berbuah hasil. Pada pencarian hari ke tiga, KRI Rigel-933 menemukan beberapa barang dan lokasi titik di dasar laut yang diduga merupakan KMP Yunicee.

Kabar ditemukannya bangkai kapal ini disampaikan oleh Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Denpasar Kolonel Laut, I Komang Teguh Ardana. Titik bangkai kapal ditemukan pada Kamis (1/7) pukul 01.30 dini hari.

Menurutnya, posisi KMP Yunicee ditemukan berada di kedalaman 72 sampai 78 meter dengan jarak kurang lebih 362 meter dari daratan terdekat dan kurang lebih 1,65 mil dari pelabuhan Gilimanuk.

Dalam proses pencarian, KRI Rigel-933 dengan kemampuan yang dapat mendeteksi bawah air tiga dimensi dan didapat gambar – gambar hasil side scan sonar, sehingga mendapatkan data kedalaman, posisi dan keadaan kapal saat ini.

Di samping itu, pencarian terhadap penumpang yang hilang masih terus dilakukan. Di sisi lain, sejumlah dugaan penyebab tenggelamnya kapal masih didalami. Termasuk soal adanya dugaan kelebihan muatan, sebab jumlah penumpang diduga melebihi manifes.

Polisi Usut Unsur Kelalaian Tenggelamnya KMP Yunicee

Polisi kini mengusut unsur kelalaian atas tenggelamnya kapal KMP Yunicee di Selat Bali. Dirpolair Polda Bali Kombes Toni Aridadi mengatakan, hal ini untuk memperjelas sebab KMP Yunicee tenggelam. Apalagi, sejauh ini insiden tersebut menelan 7 korban jiwa.

“Kita memperjelas penyebab dari tenggelammya KMP Yunicee karena ada korban meninggal dunia, apakah ada kelalaian atau karena cuaca,” kata dia.

Mengusut unsur kelalaian tersebut, Polda Bali memeriksa nakhoda, Anak Buah Kapal (ABK), dan agen kapal KMP, serta penumpang yang selamat. Toni belum mengungkap ancaman pidana atau hukuman penjara terhadap pihak yang terbukti melakukan kelalaian atas peristiwa ini.

Petugas mengangkut berbagai barang dari KMP Yunicee di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Rabu (30/6/2021). Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO

Manifes Berbeda

Saat proses evakuasi terungkap data jumlah korban antara manifes dengan penumpang yang ditemukan berbeda. Hingga saat ini, ada 39 orang berhasil diselamatkan, 7 orang ditemukan meninggal, serta 29 orang masih dinyatakan hilang.

Basarnas Bali mencatat, manifes penumpang KMP Yunicee ada 53 orang yang terdiri ada 41 penumpang dan 12 ABK. Sedangkan Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Adi Wibawa mencatat ada 56 yang terdiri dari 41 penumpang dan 15 ABK dalam kapal tersebut.

Lalu seorang anggota Basarnas Bali yang enggan disebut namanya menyatakan, data person on boat (POB) yang diteken nakhoda berjumlah 41 orang dengan KTP. Masing-masing KTP diduga membawa keluarga 1 atau lebih dari satu keluarga.

Berdasarkan perhitungan sementara anggota Basarnas Bali yang lain, ada sekitar 107 penumpang yang berada di dalam kapal. Basarnas Bali masih terus memeriksa kepastian jumlah penumpang KMP Yunicee.

Namun demikian, menurut data teranyar berdasarkan rapat tim gabungan, jumlah total yang ada di KMP Yunicee saat tenggelam diduga adalah 76 orang. Data ini yang sejauh ini digunakan oleh tim penyelamat dalam melakukan evakuasi.

KNKT Investigasi

Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) turut melakukan investigasi kecelakaan ini. Salah satunya mengecek kelaikan KMP Yunicee.

Investigator KNKT, Bambang Irawan mengatakan, penyelidikan juga dilakukan menyusul adanya sejumlah laporan tentang korban selamat dan meninggal dunia yang tidak masuk manifes kapal.

Saat ini Tim KNKT tengah mengumpulkan data untuk mencari penyebab utama tenggelamnya KMP Yunicee.

“KNKT intinya mengumpulkan seluruh data. Dari putusan pelayaran, awak dan kondisi kapal, termasuk cuaca pada saat itu. Prosedur penguatan dan lainnya, itu kita dalami,” tutur Bambang.

Termasuk dugaan adanya kelebihan muatan KMP Yunicee tersebut. Pihaknya bakal menggali informasi ke penumpang, saksi mata hingga perusahaan pelayaran.

KNKT juga akan berkoordinasi dengan Jasa Raharja untuk mengetahui berapa jumlah korban yang terdaftar secara resmi sebagai penumpang kapal.

Bambang Irawan, Investigator KNKT di Ketapang Banyuwangi. Foto: Dok. Istimewa

3 Hingga 12 Bulan untuk Tahu Penyebab KMP Yunicee Tenggelam

Bambang Irawan juga mengatakan setidaknya membutuhkan tiga bulan untuk menemukan penyebab tenggelamanya kapal. Akan tetapi hal itu bisa saja makan waktu satu tahun.

“Paling cepat 3 bulan. Bisa sampai 6 bulan hingga satu tahun. Tergantung dari analisis data yang berhasil kita kumpulkan,” ujar Investigator KNKT itu.

Bambang menegaskan posisi KNKT dalam hal ini murni untuk mencari penyebab kecelakaan kapal tersebut agar tak terulang di masa mendatang.

Comments are closed.