Tekan Lonjakan COVID-19, Portugal Terapkan Jam Malam

Mobil ambulas dengan pasien corona terlihat menunggu di rumah sakit Santa Maria, Lisbon, Portugal. Foto: Pedro Nunes/REUTERS

Penularan COVID-19 di Portugal kembali melonjak. Sebagai upaya dalam menekan lonjakan kasus COVID-19, pemerintah setempat akan memberlakukan jam malam di sejumlah kota madya, salah satunya di Ibu Kota Lisbon.

Menteri Kabinet Portugal, Mariana Vieira da Silva, mengatakan jam malam berlaku pukul 23.00 hingga 05.00. Kebijakan ini diterapkan mulai Jumat (2/7) di 45 kota dengan risiko penularan tinggi.

“Kita sekarang tidak berada di situasi di mana kita bisa mengeklaim bahwa pandemi sudah terkendali,” ujar Da Silva dikutip dari Reuters, Jumat (2/7).

“Ini adalah waktunya untuk kita mengikuti peraturan yang ada, menghindari perkumpulan, menghindari pesta-pesat, dan berjuang menahan angka kasus,” lanjutnya.

Kasus harian di Portugal pada Kamis ini mencapai 2.449 kasus. Angka ini merupakan penambahan yang tertinggi sejak pertengahan Februari lalu. Tetapi, angka kematian harian akibat COVID-19 masih di bawah angka yang tercatat pada Februari.

Kasus infeksi yang baru sebagian besar dilaporkan terjadi pada orang-orang usia muda yang belum divaksinasi. Oleh karena itu, Pemerintah Portugal kini semakin mempercepat program vaksinasi mereka demi menekan laju penyebaran.

Penduduk berusia 18 hingga 29 tahun akan mulai menerima vaksinasi COVID-19 pada pekan depan.

Seseorang yang memakai masker pelindung berdiri selama pandemi virus corona, di pusat kota Lisbon, Portugal, (16/12). Foto: Pedro Nunes/REUTERS

Aturan Pembatasan Kegiatan Ketat

Area metropolitan Kota Lisbon menjadi pusat lonjakan kasus corona Portugal. Para penduduk di area tersebut diwajibkan untuk menunjukkan surat keterangan negatif COVID-19 atau sertifikat vaksinasi jika ingin meninggalkan atau masuk ke wilayah tersebut pada akhir pekan.

Di 45 kota dengan penerapan jam malam, sistem kerja di rumah wajib untuk dilakukan ketika memungkinkan, restoran dan kafe wajib tutup pukul 22.30, dan acara pernikahan tetap diizinkan untuk berlangsung, dengan aturan pembatasan jumlah tamu.

Pekerja mempersiapkan toko jelang pelonggaran lockdown di Portugal. Foto: Pedro Nunes/REUTERS

Di 19 kota dengan risiko penularan dan penyebaran yang sangat tinggi, restoran, kafe, serta pertokoan wajib tutup pada pukul 15.30 pada akhir pekan.

Hingga kini, sebanyak 31% dari total populasi Portugal sudah divaksinasi dosis penuh. Total kasus COVID-19 sejak awal pandemi mencapai 882.006 infeksi, dengan kematian berjumlah 17.101 jiwa.

Varian Delta menjadi dalang dari peningkatan kasus ini. Menurut Pemerintah Portugal, infeksi varian Delta berjumlah lebih dari setengah kasus di negaranya.

Jumlah orang yang membutuhkan perawatan rumah sakit akibat COVID-19 juga meningkat, meskipun masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan jumlah pasien corona ketika periode lockdown Portugal pada awal tahun 2021.

Comments are closed.