Tata Cara Penggunaan Masker 2 Lapis, Teknik Efektif Cegah Penularan Corona

Dr Anthony Fauci memakai masker dobel saat menghadiri pengarahan oleh satuan tugas virus corona Gedung Putih di ruang konferensi pers Brady, Gedung Putih, Washington, AS, pada 19 November 2020. Foto: Leah Millis/REUTERS

Pemerintah menyarankan masyarakat menerapkan teknik double masking. Penggunaan masker dua lapis diyakini ampuh mencegah penularan corona.

Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19, dr Reisa Broto Asmoro, mengungkapkan di tengah tingginya laju infeksi corona, penggunaan dua masker adalah perlindungan dari droplet atau percikan air liur.

“Saya ingin menyampaikan bahwa penggunaan masker yang disarankan pada laju infeksi yang sangat tinggi seperti sekarang ini adalah menggunakan dua masker,” ungkap dr Reisa dalam Keterangan Pers Update PPKM Darurat, Sabtu (3/7).

dr Reisa, turut memaparkan tata cara penerapan double masking. Sebelum mulai menggunakan masker, ia mengingatkan untuk mencuci tangan dengan baik dan benar terlebih dahulu.

dr. Reisa Broto Asmoro. Foto: Gugus Tugas

“Maka ini adalah panduan atau langkah untuk memakai dua masker atau double masking, yakni menggunakan masker medis dan masker kain. Pertama, ambil masker medis atau masker bedah sebagai lapisan yang paling awal atau lapisan pertama,” papar dr Reisa.

“Pastikan ada kawat tipis yang terdapat pada bagian atas masker bedah. Kemudian pastikan kawat tersebut ditekan ke arah wajah sehingga bentuknya mengikuti bentuk hidung anda, sehingga tidak ada celah yang terbuka dari atas,” lanjutnya.

Setelah dipastikan tidak ada celah di bagian atas masker medis, dilanjutkan dengan memasang masker kain. Dalam teknik double masking ini, tidak dianjurkan menggunakan masker medis sebagai lapisan luar, karena tidak memberikan perlindungan maksimal.

“Kemudian, yang kedua, gunakan masker kain yang ukurannya pas. Coba embuskan napas dan rasakan, apakah masih ada udara yang mengalir dari sisi atas atau samping masker,” jelasnya

“Apabila masih ada, atur kembali posisi dan kencangkan masker. Pastikan tetap bisa bernapas dengan nyaman dan tidak merasa pusing ketika memakai kedua masker ini,” tambah dia.

Teknik masker ini, sama seperti jika menggunakan satu masker, harus diganti setiap 4 jam sekali. Masker medis yang menjadi lapisan pertama juga tetap harus dibuang setelah sekali pakai.

Untuk masker kain, kata dr Reisa, tentu dapat digunakan berulang kali. Tetapi harus dipastikan sudah dicuci hingga bersih sebelum pemakaian selanjutnya.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas COVID-19, Sonny Harry B Harmadi, pada kesempatan berbeda, mengatakan bahwa proteksi yang diberikan teknik ini mencapai lebih dari 85% dalam mencegah penularan corona.

Tentunya angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan masker bedah tunggal, yang mana proteksinya sekitar 56-60%. Sementara masker kain proteksinya lebih rendah lagi, yakni 50-55%.

Comments are closed.