Tak Bisa Divaksin karena Alasan Medis tapi Harus Naik Pesawat, Lantas Bagaimana?

Ilustrasi pesawat. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Penumpang pesawat dan transportasi massal jarak jauh lainnya diminta untuk membawa kartu vaksin sebagai syarat perjalanan saat PPKM Darurat Jawa-Bali.

Namun muncul pertanyaan, bagimana nasib mereka yang tak bisa divaksin karena alasan medis, namun diharuskan naik pesawat atau transportasi massal lain karena urusan mendesak?

Ketua Satgas COVID-19 Ganip Warsito menjelaskan ada syarat khusus bagi masyarakat yang tak bisa divaksin karena alasan medis, namun harus naik pesawat.

Syarat itu cukup membawa surat keterangan medis dari dokter terkait alasan tak bisa divaksin dan surat negatif swab PCR yang berlaku maksimal H-2 sebelum keberangkatan.

“Penumpang dengan kepentingan khusus tidak atau belum divaksin dengan alasan medis berdasarkan keterangan dokter spesialis, dapat melakukan perjalanan, tunjukkan surat negatif RT-PCR,” ucap Ganip saat konferensi virtual BNPB, Jumat (2/7).

Kepala BNPB Ganip Warsito saat meninjau kondisi di Bangkalan terkait lonjakan kasus positif COVID-19, Selasa (8/6). Foto: BNPB

Ganip menjelaskan aturan membawa kartu vaksin sebagai syarat perjalanan sebenarnya hanya dikhususnya bagi warga berusia di atas 18 tahun. Sementara saat ini, anak-anak usia remaja 12 ke atas juga sudah bisa mendapat vaksinasi corona.

“Pelaku usia anak di atas 18 wajib kartu vaksin pertama dan RT-PCR 2 x 24 jam sebelum keberangkatan,” jelsnya.

Sementara bagi siapa pun masyarakat yang dalam kondisi sehat, wajib membawa kartu vaksin minimal dosis pertama dan dokumen hasil negatif tes PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x 24 jam sebelum naik pesawat.

Sedangkan angkutan bus dan kereta bisa dengan dokumen pendamping berupa hasil negatif swab Antigen yang berlaku maksimal 1 hari sebelum keberangkatan.

Proses vaksinasi gotong royong untuk karyawan Perusahaan Sika Indonesia di Cileungsi, Bogor. Foto: Sika

Ganip mengingatkan masyarakat untuk segera vaksinasi dan bagi orang tua mengikutsertakan anaknya dalam program vaksinasi. Mengingat kasus corona pada kalangan anak-anak meningkat belakangan ini.

“Semangat dari aturan untuk pengendalian pembatasan mobilitas masyarakat karena banyak kasus, karena mobilitas anak tinggi, karena varian baru di negara kira,” kata Ganip.

Comments are closed.