Perhatikan Hal Ini Sebelum Tanda Tangan di Kontrak Kerjamu

Mendapatkan pekerjaan pertama adalah saat-saat yang tidak terlupakan. Semua perjuangan yang dilakukan selama mencari lowongan, mengirimkan lamaran, hingga mengikuti proses rekrutmen akhirnya terbayar lunas dengan kontrak kerja di depan mata. Meskipun begitu, jangan terburu terlena dengan tawaran untuk menandatangani kontrak kerja tersebut. Banyak hal-hal yang harus kamu perhatikan dan konfirmasi lebih lanjut sebelum kamu menyetujui sebuah kontrak kerja.

Sebagai seorang karyawan, kamu memiliki beberapa hak yang tertulis dalam Undang-undang Tenaga Kerja yang harus kamu pastikan terlebih dahulu. Sebuah kontrak kerja bisa menentukan nasibmu selama beberapa bulan hingga beberapa tahun ke depan. Jadi, tidak ada salahnya kamu tenang sejenak dan mencermati hal-hal berikut ini. Berikut 5 Hal yang harus diperhatikan dalam kontrak kerja.

1. Status Karyawan dan Masa Kerja

Salah satu hal terpenting yang harus kamu pastikan sebelum menandatangani sebuah kontrak kerja adalah statusmu dalam perusahaan yang bersangkutan. Konfirmasi terlebih dahulu apakah kamu diterima bekerja dengan status sebagai karyawan tetap atau karyawan kontrak. Kepastian mengenai status pekerjaan tersebut sangat penting berkaitan dengan hak dan kewajiban yang akan kamu terima dan dapatkan selama bekerja di perusahaan tersebut.

Selain status, kamu juga harus memperhatikan masa kerja yang tercantum dalam kontrak kerja, atau dengan kata lain kapan tepatnya kamu mulai dan berhenti bekerja di perusahaan tersebut. Cermati lagi apakah kedua tanggal tersebut tercantum secara eksplisit dalam kontrak kerja. Namun itu saja tidak cukup, perhatikan kembali apa saja syarat dan kondisi yang bisa mengakhiri masa kerja. Misalnya, perhatikan kembali apakah perusahaan bisa mengakhiri kontrak dengan pemberitahuan mendadak.

2. Nominal Gaji

Jika kamu sedang bersiap menandatangi kontrak kerja pertama seumur hidupmu, kamu pasti excited melihat berapa nominal gaji yang akan kamu terima setiap bulannya. Tapi itu saja tidak cukup. Total gaji yang akan kamu bawa pulang atau take home pay, memiliki beberapa komponen. Pertama, gaji pokok, yaitu gaji inti yang akan kamu terima sebagai pekerja setiap bulannya. Pastikan gaji pokok yang tercantum dalam kontrak kerja harus melampaui atau setidaknya sama dengan UMR atau upah minimum regional.

Selain gaji pokok, perhatikan juga beberapa komponen lain di kontrak kerja seperti uang lembur, uang transportasi dan makan, serta tunjangan hari raya (THR) yang bisa menambah jumlah nominal take home pay yang akan kamu terima dalam setahun. Untuk THR sendiri, sudah semestinya didapat setiap tahun karena diatur dalam Undang-undang Tenaga Kerja sebesar minimal sama dengan gaji pokok. Beberapa perusahaan juga memiliki kebijakan memberikan bonus bagi para karyawannya.

3. Pajak Penghasilan

Pajak adalah suatu bentuk kewajiban kita sebagai seorang warga negara Indonesia, termasuk pajak penghasilan. Oleh karena itu, dalam kontrak kerja pastikan berapa pajak penghasilan (PPh) yang akan dipotongkan dari jumlah gaji kotor. Pastikan juga dalam kontrak kerja siapa yang akan membayar pajak penghasilan tersebut. Banyak perusahaan yang memiliki staf khusus yang mengurusi pembayaran pajak para karyawannya. Namun apabila perusahaan yang akan kamu masuki tidak memilikinya, kamu harus bersiap mengurus pembayarannya sendiri setiap bulannya. Konfirmasikan hal tersebut agar tidak terjadi salah paham.

4. Ketersediaan Asuransi

Sebagai seorang karyawan, kamu berhak mendapatkan fasilitas jaminan kesehatan seperti diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 111 tahun 2013. Dalam peraturan tersebut pemberi kerja wajib mendaftarkan para pegawainya ke BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Kemudian setelah terdaftar, iuran dibagi antara pekerja dan perusahaan. Kemudian cari tahu dalam kontrak kerja apakah perusahaan menyediakan asuransi tambahan.

5. Penalti

Terkadang ada beberapa hal yang membuat kita harus keluar dari pekerjaan kita sebelum masa kontrak kerja kita habis. Untuk itu, kamu harus memastikan apakah ada penalti yang diberlakukan jika kamu memutuskan resign. Jangan sampai kamu baru mengetahui tentang penalti di saat kamu resign. Penalti tersebut biasanya berupa uang yang harus dibayarkan dalam jumlah yang besar.

Setelah mengetahui beberapa hal tadi, kamu sekarang harus bisa memutuskan apakah kamu harus menandatangani kontrak kerja tersebut. Meskipun mendapatkan pekerjaan adalah sesuatu yang sulit, kamu tetap harus berhati-hati. Apabila kamu masih ragu-ragu, bisa jadi kontrak kerja yang ditawarkan masuk dalam kriteria kontrak kerja yang tidak layak untuk disetujui. Memang banyak perusahaan yang tidak menerapkan kebijakan yang baik dan sesuai dengan hukum yang berlaku. Kontrak kerja dari perusahaan seperti itu harus berani kamu tolak demi kebaikan dan masa depanmu. Apa saja ciri-ciri kontrak kerja yang buruk? Berikut saya sajikan empat di antaranya.

Perusahaan Tidak Profesional Sejak Awal

Sikap tidak profesional dari perusahaan yang buruk terkadang bisa tercium sejak proses rekrutmen. Contoh sikap tidak profesional tersebut seperti undangan wawancara kerja yang dikirimkan di luar jam kantor. Selain itu, ciri-ciri lainnya adalah ketika perusahaan menggunakan bahasa yang tidak layak dan tidak profesional ketika menghubungi kamu. Sebaiknya kamu tidak menyepelekan etika kerja, bahkan bagi perusahaan skala kecil sekalipun.

Perusahaan Bermasalah

Pastikan bahwa perusahaan yang akan kamu masuki tidak memiliki masalah, terutama dalam hal hukum dan finansial. Perusahaan yang tidak sehat biasanya perkembangannya tidak jelas atau mengalami kemunduran. Hindari menandatangani kontrak kerja dan bergabung dengan perusahaan yang tidak sehat seperti ini. Hal ini bisa jadi mempengaruhi karier dan bahkan kehidupan personalmu di masa depan. Jka kamu menemui perusahaan seperti ini, lebih baik kamu mencari perusahaan lain yang lebih menjanjikan.

Tidak Ada Kejelasan Job Description

Di dalam kontrak kerja, biasanya tercantum deskripsi pekerjaan jelas yang meliputi kewajiban dan lingkup tanggung jawab yang akan kamu emban selama bekerja di tempat tersebut. Jika dalam kontrak kerja tidak ada deskripsi pekerjaan yang jelas dan bisa dipahami, lebih baik kamu mencari perusahaan lain. Jangan sampai kelak kamu mendapatkan tanggung jawab pekerjaan yang berat, tidak beraturan, dan di luar wewenangmu yang seharusnya.

Jenjang Karier yang Tidak Jelas

Jenjang karier adalah salah satu hal yang penting untuk diperhatikan sebelum bekerja di suatu perusahaan. Hal ini sangat krusial untuk perkembangan diri dalam jangka panjang. Jika perusahaan yang menawarimu kontrak kerja tidak memiliki banyak ruang untuk berkembang, kamu bisa jadi akan terjebak dalam posisi yang sama di masa depan.

Itu tadi beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai kontrak kerja. Jadikan hal di atas sebagai pedoman dasar untuk memilih kontrak kerja yang akan kamu tanda tangani. Sekalipun kontrak kerja hanya lembaran kertas, namun ia bisa mempengaruhi masa depan karier dan finansialmu dalam jangka panjang.

Sumber: Glints

Tugas HRD Manager

Human Resource Department (HRD) merupakan salah satu divisi yang paling umum dimiliki oleh perusahaan. HRD dikenal sebagai divisi yang secara langsung mengurusi dan mengelola sumber daya manusia atau karyawan di perusahaan dari mulai perekrutan hingga ke masa pensiun. Oleh karena berhubungan langsung dengan manusia, biasanya HRD ini diisi oleh mereka yang berasal dari latar pendidikan psikologi.

Sebagaimana divisi lain, HRD juga memiliki managernya sendiri. Keberadaan HRD Manager tentu harus memiliki kecakapan khusus. Mereka tidak hanya harus bisa menuntun anggota divisinya untuk bisa bekerja dengan baik, tetapi juga harus mampu menciptakan lingkungan kerja yang kondusif bagi semua karyawan.

Dalam mencapai hal terebut, HRD Manager selayaknya memahami tugas-tugasnya dengan baik. Apa saja tugas-tugas HRD Manager tersebut? Berikut penjelasannya.

1.Mengelola dan Mengembangkan Sistem HR di dalam Perusahaan

Pengelolaan SDM perusahaan yang efektif dan efisien menjadi tugas dan tanggung jawab HRD Manajer. Dan seiring perkembangan teknologi, sistem HR juga kian berkembang pesat. Manajer SDM harus mampu mengelola dan mengembangkan sistem HR menjadi lebih efektif dan efisien dengan memanfaatkan teknologi yang ada.

Misalnya saja dengan membuat SOP, Job Description, KPI untuk penilaian kinerja karyawan, sistem rekrutmen hingga automatisasi sistem HR.

2. Menjadi Penghubung Antara Manajemen dan Karyawan

Sudah menjadi hal lumrah yang harus dipahami bahwa HRD Manager bertugas sebagai penghunung antara manajemen perusahaan dengan karyawan. HRD Manager bertanggung jawab untuk menyampaikan dan menginformasikan hal-hal yang terjadi diantara kedua pihak.

3. Bertanggung Jawab Penuh terhadap Absensi & Payroll

HRD Manager bertanggung jawab terhadap data-data yang Ia maupun staf-nya kelola. Seperti data absensi karyawan dan payroll yang meliputi perhitungan gaji, tunjangan, PPh 21, upah lembur dan bonus karyawan.

4. Membentuk Format Terbaik Proses Rekrutmen dan Orientasi

Dunia terus berkembang, dari teknologi hingga metode-metode baru terus bermunculan. Dalam hal rekrutmen karyawan pun, perkembangan ini juga terjadi. Disanalah HRD Manager mengambil peranan untuk bisa membentuk format terbaik dalam proses rekrutmen karyawan sejak awal hingga masa orientasi. Format terbaik ini harus disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan itu sendiri. Karenanya, HRD Manager harus mampu menganalisanya agar tidak terjadi kekeliruan atau pemborosan.

5. Melakukan Evaluasi Tingkat Kepuasan Karyawan

Biasanya pada jangka waktu tertentu seperti akhir tahun, HRD memberikan kuisioner kepada karyawan. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi bagaimana karyawan mengasumsikan dirinya di perusahaan. Dalam hal evaluasi itulah, HRD Manager mengambil peranan penting untuk bisa mereview kepuasaan karyawan dan upaya apa yang bisa dilakukan untuk memperbaiki atau mempertahankannya.

6. Merencanakan Pelaksanaan Training dan Mengevaluasinya

Perusahaan menginginkan karyawannya berkembang dan memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan itu sendiri. Untuk mencapai hal tersebut, proses training menjadi hal yang lumrah dilakukan. Namun, ada beberapa metode training yang bisa dipilih dan diterapkan. Antara satu divisi atau individu juga bisa saja memerlukan metode yang berbeda. Oleh karena itu, HRD Manager bertugas untuk merencanakan pelaksaan training tersebut agar tepat sasaran.

7. Mengelola dan Mengendalikan Anggaran Belanja SDM

Perusahaan menginginkan kandidat terbaik untuk bergabung dan menjadi bagian dari perusahaan. Untuk mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan anggaran biaya yang cukup besar, mulai dari saat proses rekrutmen hingga pelatihan.

Manager HRD harus mampu mengengelola dan mengendalikan anggaran belanja pengembangan SDM sehingga divisi HR dapat mencapai tujuannya tanpa menghabiskan anggaran yang besar.

8.Bertanggung jawab terhadap proses Penilaian Kinerja Karyawan

Penilaian kinerja karyawan terdiri dari berbagai indikator yang harus terpenuhi oleh karyawan. Manager HRD dituntut untuk membuat indikator dan alur dari proses penilaian kinerja karyawan yang objektif. Sehingga Hal ini akan mempermudah tim HR dalam menjalankan proses penilaian kinerja tersebut.

Itulah 8 hal yang menjadi tugas umum HRD Manager. Namun tugas-tugas ini kembali kepada kebutuhan perusahaan. Jika pada perusahaan skala menengah ke bawah, semua tugas ini mungkin bisa dilakukan semua, tetapi HRD Manager di perusahaan menengah ke atas, bisa memiliki tugas yang lebih terspesialisasi.

Jangan lupakan pula bahwa perkembangan teknologi juga mempengaruhi dalam tugas-tugas HRD Manager. HRD harus dapat beradaptasi dengan teknologi baru. Lebih jauh lagi, HRD juga dapat mentransformasi pola kerja sehingga dapat mendorong perkembangan bisnis yang lebih baik.

Sumber: https://www.linovhr.com/tugas-hrd-manager/