Survei: Lebih dari 51% Warga Brasil Tak Suka Kepemimpinan Presiden Bolsonaro

Presiden Brasil Jair Bolsonaro. Foto: Sergio LIMA / AFP

Penolakan warga Brasil terhadap kepemimpinan Presiden Jair Bolsonaro ada di level tertinggi sejak ia menjabat pada 2019. Menurut survei terbaru, Kamis (8/7), pemimpin sayap kanan itu pun jauh di belakang saingan utamanya menjelang pemilu 2022.

Mengutip Reuters, hasil survei Datafolha menunjukkan 51% orang Brasil tidak menyukai Bolsonaro. Jumlah ini naik dari hasil survei sebelumnya yakni 45% pada Mei lalu.

Di samping itu, sebuah survei yang dilakukan oleh XP/Ipespe menunjukkan 52% responden mengatakan pemerintahan Bolsonaro memiliki kinerja buruk atau mengerikan. Jumlah ini naik dari hasil survei sebelumnya yakni 50% pada Juni.

Artinya, angka itu terus meningkat dari hasil survei 31% pada Oktober 2020. Hal ini terjadi seiring gelombang kedua pandemi COVID-19 di bawah pimpinan Bolsonaro.

Buruknya penanganan pandemi di Brasil membuat pemerintah harus memperpanjang bantuan tunai darurat kepada jutaan keluarga miskin, serta menyebabkan inflasi hampir empat kali lipat atau lebih dari 8%.

Demonstran saat melakukan protes terhadap Presiden Brasil Jair Bolsonaro di Brasilia, Brasil. Foto: Ueslei Marcelino/REUTERS

Sementara itu, 50% responden XP/Ipespe mengatakan mereka yakin Bolsonaro akan melanjutkan tugasnya dengan buruk selama sisa masa kepresidenannya. Ini pun rekor tertinggi, naik dari hasil survei 47% pada Juni.

Survei menujukkan eks Presiden Brasil sayap kiri Luiz Inacio Lula da Silva makin unggul dari Bolsonaro menjelang pemilihan tahun depan. Meski tak satu pun dari mereka mengkonfirmasi akan mencalonkan diri, pemilu 2022 diyakini akan menjadi ronde kedua persaingan Lula dan Bolsonaro.

Dalam simulasi pemungutan suara putaran pertama, dukungan pada Lula naik menjadi 38% dari hasil survei 32% pada Juni. Sedangkan di putaran pertama dukungan bagi Bolsonaro turun dari 28% menjadi 26%.

Demonstran saat protes terhadap Presiden Brasil Jair Bolsonaro di Brasilia, Brasil. Foto: Ueslei Marcelino/REUTERS

Sementara itu, pertandingan putaran kedua menunjukkan dukungan Lula naik menjadi 49% dari 45% di survei sebelumnya. Sedangkan Bolsonaro merosot menjadi 35% dari 36%.

Survei XP/Ipespe ini diambil dari 1.000 responden yang dilakukan paxda 5-7 Juli dengan margin kesalahan 3,2 %. Sementara Datafolha mensurvei 2.074 orang pada 7-8 Juli, dan survei tersebut memiliki margin kesalahan 2%.

Bolsonaro memang kerap membuat kebijakan yang dinilai buruk dalam menangani pandemi COVID-19 di Brasil. Ia enggan menerapkan lockdown saat kasus di Brasil sangat tinggi, lambat dalam pengadaan program vaksinasi corona, bahkan beberapa kali ditegur karena tak memakai masker.

Hingga kini, Brasil masih menjadi negara dengan kematian akibat COVID-19 tertinggi ke-2 di dunia yakni 323,117 kasus.

Comments are closed.