Survei: 58,4% Responden Nilai Pemerintahan Jokowi Tak Bersih dari Korupsi & Suap

Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (23/10). Foto: Kevin Kurnianto/kumparan

Lembaga survei Voxpol Center Research and Consulting merilis survei evaluasi kinerja pemerintah Presiden Jokowi. Salah satunya terkait penilaian masyarakat soal pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin bersih atau tidak dari praktek korupsi dan suap.

Peneliti Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago mengatakan 58,4 persen responden berpandangan bahwa pemerintahan Jokowi-Ma’ruf tidak bersih dari praktek korupsi dan suap. Sementara itu, 34,8 mengatakan pemerintahan Jokowi bersih.

Evaluasi kinerja pemerintah terkait pemberantasan korupsi versi survei VoxPol. Foto: VoxPol

“Dalam bentuk pertanyaan seberapa bersih pemerintahan Jokowi-Ma’ruf dari praktek korupsi dan suap, sebesar (58,4%) tidak bersih (gabungan antara tidak bersih & sangat tidak bersih). Sebesar (34,8%) menilai pemerintahan Jokowi-Ma’ruf dinilai bersih (gabungan antara sangat bersih & bersih),” kata Pangi, Sabtu (3/7).

Namun, dalam survei ini tidak dijelaskan aspek apa saja yang membuat mayoritas responden menilai pemerintahan Jokowi tak bersih dari korupsi dan suap.

Presiden dan Wakil Presiden terpilih preiode 2019-2024 Joko Widodo (kedua kiri) dan Ma’ruf Amin (kedua kanan) melambaikan tangan sebelum berangkat menuju Bandara Halim, Kamis (27/6). Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Sementara itu, Pangi menjelaskan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah sebesar 54,5 persen. Sedangkan 43 persen responden mengaku tidak puas.

“Publik menilai puas dengan kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin saat ini (saat survei ini diselenggarakan) adalah (54,5%) (gabungan antara sangat puas & puas). Secara kuantitatif, angka kepuasan ini masih cukup tinggi karena berada di atas kisaran (50%),” ujarnya.

“Idealnya modal tingkat kepuasan sebagai incumbent (approval rating) harus di atas (70%),” tutup Pangi.

Survei dilakukan pada 22 Juni-1 Juli dengan 1.200 responden dipilih dengan multistage random sampling yang tersebar di 34 provinsi. Survei menggunakan metode wawancara melalui sambungan telepon.

Tingkat kepercayaan survei 95 persen dengan margin eror kurang lebih 2,83 persen.

Comments are closed.