Studi: Hewan Peliharaan Mudah Tertular COVID-19 dari Manusia

Polisi Chile Latih Anjing untuk Deteksi Pasien COVID-19. Foto: Martin Bernetti/AFP

Sebuah penelitian yang dilakukan di Belanda mengungkap bahwa hewan peliharaan, seperti anjing dan kucing, dapat dengan mudah tertular dan terinfeksi COVID-19 dari pemiliknya.

“Sekitar satu dari lima hewan peliharaan akan tertular penyakit tersebut dari para pemiliknya,” ujar Dr Els Broens dari Utrecht University pada Kamis (1/7), sebagaimana dikutip dari Reuters.

Meskipun ada kasus manusia menularkan virus corona ke hewan peliharaan, hingga kini belum ada kasus yang menunjukkan penularan sebaliknya; dari hewan peliharaan ke manusia.

“Beruntung, gejala penyakit yang dirasakan hewan-hewan itu tidaklah berat,” lanjutnya.

Penelitian Broens, yang dipresentasikan dalam Kongres Mikrobiologi dan Penyakit Menular Eropa, menguji 156 anjing dan 154 kucing dari 196 rumah tangga di mana anggota keluarganya diketahui pernah mengidap COVID-19.

Hasilnya, sekitar 17% dari hewan-hewan tersebut (31 kucing dan 23 anjing) memiliki antibodi terhadap virus corona. Ini berarti mereka pernah terinfeksi virus tersebut.

Kemudian, enam kucing dan tujuh anjing, atau 4,2% dari total hewan yang diuji, terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan hasil uji PCR.

Pengujian lebih lanjut menunjukkan bahwa hewan-hewan tersebut sembuh dalam waktu cepat dan tidak menularkan kepada hewan peliharaan lainnya yang juga tinggal di rumah yang sama.

Ilustrasi bermain dengan hewan peliharaan. Foto: Reuters/Lee Smith

Sejauh ini, hanya hewan cerpelai saja yang diketahui dapat terinfeksi COVID-19 lewat manusia, dan kemudian menularkannya lagi ke manusia lain.

Broens mengatakan, kontak erat dan kasih sayang pemilik hewan peliharaan kemungkinan merupakan faktor dari tingginya tingkat infeksi COVID-19 pada hewan.

“Banyak dari para pemilik hewan peliharaan terlibat dalam kontak erat, seperti tidur bersama mereka di kasur. Jadi di saat ada kontak erat, penularan bisa terjadi,” jelas Broens.

Comments are closed.