Spanyol Tambah 12.345 Kasus COVID-19 dalam 24 Jam Akibat Varian Delta

Polisi mengontrol akses ke Hotel Palma Bellver tempat siswa diisolasi karena COVID-19, di Mallorca, Spanyol, Senin (28/6). Foto: Enrique Calvo/REUTERS

Kementerian Kesehatan Spanyol menyampaikan data terbaru terkait penularan COVID-19. Tercatat pada Kamis (1/7) ada tambahan kasus baru sebanyak 12.345 orang.

Dengan tambahan itu, kini jumlah kumulatif kasus COVID-19 di Spanyol menjadi 3.821.305 orang. Sementara jumlah kematian mencapai 80.883 orang.

Dikutip dari Reuters, Jumat (2/7), tambahan ini menjadi rekor tertinggi sejak April. Pemicu melonjaknya penularan COVID-19 di Spanyol akibat varian delta.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebut varian Delta adalah yang paling menular dari varian COVID-19 yang lain. Varian ini mudah menjangkit masyarakat yang tidak divaksin.

Akibat varian delta, kini tingkat penularan COVID-19 selama 14 hari terakhir di Spanyol naik menjadi 134 kasus per 100.000 orang. Sebelumnya penularan COVID-19 di Spanyol adalah 90 kasus per 100.000 orang.

Selain itu, perlu menjadi catatan karena Pemerintah Spanyol juga sudah mempercepat vaksinasi. Bahkan Spanyol baru saja memecahkan rekor vaksinasi yakni 747.589 orang dalam sehari.

Kini, 38 persen penduduk Spanyol sudah divaksin COVID-19.

Petugas kesehatan melakukan test swab corona kepada pengunjung yang akan menonton konser di Palau Sant Jordi, di Barcelona, Spanyol, Sabtu (27/3). Foto: Albert Gea/REUTERS

Sebelumnya, penduduk Spanyol telah diizinkan untuk berhenti memakai masker di luar ruangan pada hari Sabtu (26/6) setelah lebih dari setahun karena kasus virus corona turun.

Namun, mereka harus terus memakainya di dalam atau ketika jarak sosial tidak memungkinkan.

Comments are closed.