Soal Kasus Kematian Guru di Lembata, Polisi Masih Kumpulkan Bukti

Pihak keluarga almarhum Agustinus Leyong Tolok dan Kuasa Hukum almarhum di Polres Lembata. Foto : Istimewa

LEWOLEBA – Kapolres Lembata, AKBP Yoce Marten, menyebutkan kasus kematian Agustinus Leyong Tolok, guru pada SMK Atadei, Desa Katakeja, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata masih dalam tahap penyelidikan.

Kapolres membantah, penyelidikan atas kasus kematian Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum tersebut mandeg hingga 7 bulan.

Kepada Media ini, Kamis (1/7/), Kapolres Lembata, AKBP Yoce Marten menjelaskan, pihaknya masih terus menyelidiki penyebab kematian korban.

“Masih tahap penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban,” ujar Kapolres Lembata, AKBP Yoce Marten.

Kapolres menegaskan, kasus kematian Agustinus Leyong Tolok tersebut akan dilanjutkan sepanjang ada tindak pidana serta dukungan saksi dan bukti.

“Pasti selagi ada pidana nya serta didukung saksi dan bukti akan kami lanjutkan. Makanya, sementara ini semua masih kita olah dan kumpulkan bukti apakah benar ada pidana nya atau tidak,” ujar Kapolres Lembata, AKBP Yoce Marten.

Almarhum Agustinus Leyong Tolok, Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum pada SMK Atadei, Desa Katakeja, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur itu ditemukan tak bernyawa di belakang sekolah, 7 bulan silam.

Ia diketahui menghilang sejak Jumat, 13 November 2020. Jasad korban baru ditemukan Sabtu, 14 November 2020 malam, setelah warga dan keluarga melakukan pencarian.

Usai menjalani autopsi, kasus ini belum mendapatkan titik terang, namun keluarga menduga, almarhum Agustinus Leyong Tolok dihabisi. Pihak keluarga berharap Polisi dapat membuka misteri kematian tidak wajar tersebut.

Sementara itu Remi Tolok, keluarga sekaligus kakak kandung almarhum meminta agar Polres Lembata harus satu langkah lebih maju untuk bisa ungkap aktor kasus tersebut.

Menurut mereka, almarhum meninggal sangat tidak wajar, meninggalkan banyak tanya baik di masyarakat maupun di internal keluarga.

“Polisi harus profesional, kasus ini sudah 7 bulan berjalan sejak pertama kami laporkan. Keluarga minta harus ada progres agar terang,” harap Remi Tolok, Minggu (1/7).

Dilaporkan juga, untuk internal keluarga telah menyiapkan kuasa hukum atas dugaan kasus ini, jika sewaktu waktu Polres Lembata lambat tangani persoalan itu.

“Jangan lama-lama, kita siapkan kuasa hukum agar selain bisa kontrol secara hukum namun bisa mengkawal hal ini,” tukas Remi Tolok.

Comments are closed.