Serial Musikal Nurbaya, Menyatukan Film dan Teater

Serial musikal Nurbaya. Foto: Indonesia Kaya.

Kisah Sitti Nurbaya kini bisa dinikmati melalui serial musikal Nurbaya. Serial ini akan hadir dalam 6 episode.

Garin Nugroho, produser eksekutif di proyek itu, punya alasan mengapa memilih untuk mengadaptasi cerita dari novel Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai karya Marah Rusli yang diterbitkan pada tahun 1922.

“Karya ini selalu mampu ditafsir berulang-ulang dengan berbagai macam pendekatan dan tema serta pendekatan dan pendalaman karakter yang berbeda,” ungkap Garin dalam konferensi pers, belum lama ini.

Serial musikal Nurbaya. Foto: Indonesia Kaya.

Lewat serial musikal Nurbaya diharapkan generasi muda bisa lebih mengenal karya sastra tersebut. Oleh karena itu, serial musikal tersebut sengaja dibuat dengan kondisi yang bisa diterima oleh generasi muda saat ini.

Sehingga, ada beberapa hal yang berbeda sebagai bentuk penafsiran dari novelnya. Dari latar waktu hingga tempat memang dibuat berbeda dengan cerita di novel. Namun, Garin menekankan bahwa garis besar cerita terinspirasi dari novel tersebut.

“Yang membedakan tentu saja kita bisa menafsir berbagai macam cara salah satunya periodisasi ini kan justru sangat berbeda kalau dilihat ini diilhami dengan suasana Jakarta, di sekitar 1970 sampai 1975-an, tempat juga berbeda tidak di Minang tapi di Jakarta,” ungkap Garin.

“Oleh karena itu karakterisasi juga berbeda dengan esensi konflik yang punya kesamaan dengan masa lampau, inilah yang menjadi dasar tumbuhnya karya ini dengan penafsiran lainya,” lanjutnya.

Serial musikal Nurbaya. Foto: Indonesia Kaya.

Sutradara serial Nurbaya, Naya Anindita, mengatakan bahwa ini pengalaman pertamanya mengerjakan proyek serial musikal. Tentunya, hal ini menjadi tantangan tersendiri baginya.

“Proyeknya cukup hybrid, kayaknya belum ada di Indonesia menyatukan antara film dan teater menjadi sebuah tayangan series. Jadi, ketika bicara teater kita bicara sebuah frame yang besar ketika bicara film kita bicara hal-hal yang mikro,” ucapnya.

Kendati demikian, Naya berusaha mempertahankan esensi teater musikal tanpa melupakan unsur sinematik di proyek itu. Tak cuma tampilan visual, hal ini juga menjadi pertimbangan dalam pendekatan karakter di serial itu.

“Misalnya (karakter) Meringgih yang enak dibawanya ke mana? apakah teater, apa film, beberapa kali kita ubah-ubah akhirnya tersajikanlah yang akan dilihat, semoga bisa diterima dan bikin happy, kita bekerja keras untuk ini,” kata Naya.

Serial musikal Nurbaya diperankan oleh Arawinda Kirana, Bukie Mansyur, hingga Bima Zeno. Serial Musikal Nurbaya akan tayang perdana pada 1 Juli mendatang pukul 19.00 di kanal YouTube IndonesiaKaya.

Masing-masing episode serial musikal tersebut berdurasi sekitar 20 menit. Setiap episode akan diunggah setiap minggu.

Comments are closed.