Sentimen Negatif Mendominasi, IHSG Diprediksi Melemah Hari Ini

Petugas kebersihan melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto: Puspa Perwitasari/ANTARA FOTO

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah hari ini. Head of Research MNC Sekuritas, Edwin Sebayang mengatakan laju IHSG akan bergerak di level support 6.008 dan level tertinggi 6.099 di sepanjang perdagangan hari ini. Kemarin, Selasa (6/7), IHSG ditutup menguat ke level 6.047,11 atau naik 0,69 persen.

“Awan mendung masih menutupi Bursa Indonesia Rabu ini seiring cukup banyaknya sentimen negatif yang hilir-mudik di market,” tulis Edwin dalam risetnya, Rabu (7/7).

Beberapa sentimen negatif yaitu turunnya Indeks DJIA sebesar minus 0,60 persen disusul jatuhnya EIDO cukup dalam sekitar minus 1,98 persen. Selain itu harga beberapa komoditas juga turun antara lain Oil turun 3,12 persen, Coal turun 1,85 persen, CPO turun 0,86 persen, Timah turun 0,41 persen dan Nikel turun 2,22 persen. Selain itu menurut Edwin, investor asing yang terus membukukan net sell serta kasus COVID-19 yang terus naik juga semakin menahan laju IHSG.

“Semakin bertambahnya korban COVID-19 hari demi hari baik yang terjangkit dan meninggal,” ujarnya.

Layar menampilkan pergerakan perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (23/10). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan IHSG justru akan melanjutkan penguatan. Secara teknikal IHSG kembali kuat rebound pada level support MA5 dan whipsaw pada level MA20. Pergerakan selanjutnya berpotensi menguji bearish trend dan resistance 6062 sebagai konfirmasi arah pergerakan selanjutnya.

Indikator stochastic dan RSI bergerak pada momentum bullish mengiringi pergerakan MACD yang menjenuh dan berpotensi cross over pada histogram yang mulai bergerak positif. “Sehingga secara teknikal IHSG berpotensi melanjutkan penguatannya,” ujarnya.

Berikut beberapa saham unggulan yang direkomendasikan Lanjar:

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT AKR Corpindo Tbk (AKRA), PT BFI Finance Tbk (BFIN), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), Delta Dunia Makmur Tbk (DOID), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).

Comments are closed.