Selain Pekerja Mal, Puluhan Ribu Karyawan Hotel Terancam PHK Imbas PPKM Darurat

Para pengguna jalan melintas dekat pembatas jalan yang ditutup di Jalan Veteran Kota Serang, Banten, Senin (5/7/2021). Foto: ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

Pemerintah menarik rem darurat dengan memberlakukan PPKM Darurat untuk menangani ledakan kasus COVID-19. Pembatasan hingga larangan operasional sejumlah sektor usaha diberlakukan per tanggal 3 hingga 20 Juli 2021.

Sebelumnya, pengusaha pusat perbelanjaan menyebut ratusan ribu para pekerja mereka terancam dirumahkan hingga terkena PHK. Soalnya, pusat perbelanjaan diharuskan tutup selama kebijakan berjalan.

Kini, para pekerja di perhotelan rupanya juga bakal mengalami nasib serupa. Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran DKI Jakarta, Sutrisno Iwantono, mengungkapkan puluhan ribu pekerja mereka terancam dirumahkan hingga PHK.

Menurut Sutrisno, pembatasan tersebut bakal berdampak pada turunnya okupansi hotel di kisaran 10 sampai 15 persen. Sebelumnya, tingkat kunjungan ini sudah berangsur pulih di kisaran 20 hingga 40 persen.

“Jadi kalau jumlah kamarnya turun, tenaga housekeeping mengalami penurunan. Demikian juga restoran, kalau tutup masa kita mau mempekerjakan orang,” jelas Sutrisno dalam virtual conference, Senin (5/7).

“Ketika orang tidak boleh buka ya pasti tenaga kerjanya tidak ada yang kerja. Jadi penurunannya mengikuti penurunan produksi, kalau dari 40 turun jadi 20 berarti 20 persen (pekerja yang dipangkas), kurang lebih seperti itu,” sambungnya.

Ilustrasi Staf Hotel Memberskan Tempat Tidur Foto: Shutter Stock

Sutrisno merinci, setidaknya jumlah pekerja yang menggantungkan hidup di sektor perhotelan dan restoran di seluruh Indonesia saat ini mencapai 500 ribu lebih. Sebanyak 100 ribu di antaranya merupakan pekerja di DKI Jakarta.

Artinya bila okupansi berkurang 20 persen, akan ada pengurangan tenaga kerja sebanyak 20 ribuan hanya untuk di Jakarta, serta mencapai 100 ribu pekerja bila dihitung dari jumlah pekerja secara nasional.

Dia pun mengakui, langkah merumahkan karyawan ini sebetulnya bukan hal yang baru lagi. Keputusan ini sudah berulang kali terpaksa diambil para pengusaha sejak merebaknya pandemi.

“Dari awal pandemi saya kira proses perumahan itu kan sudah terjadi, mungkin sebagian sudah di-PHK. Sekarang ini akan terjadi penurunan lagi, sudah pasti akan terjadi unpaid leave lagi, artinya kebutuhan untuk restoran atau hotel itu kan ada tenaga kerja itu yang masuknya variable cost, biaya yang bertambah seiring terjadi penambahan biaya penjualan,” tuturnya.

Comments are closed.