Sekolah Tatap Muka di Ternate Dihentikan

Ilustrasi sekolah dasar. Foto: Shutter Stock

Sekolah tatap muka di Ternate, Maluku Utara, terpaksa dihentikan akibat COVID-19 meningkat lagi. Kebijakan ini berlaku untuk tingkat PAUD hingga SMP negeri maupun swasta.

Pemberhentian pembelajaran tatap muka tertuang dalam surat pemberitahuan Nomor 421/331/2021 yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate, Bahtiar Teng.

Hal Ini menindaklanjuti surat dari Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Ternate Nomor 078/-ST-Covid19/KT/2021 tanggal 2 Juli 2021 tentang adanya peningkatan kasus COVID-19 yang menimpa anak usia sekolah per tanggal 1 Juli 2021 dengan jumlah tambahan kasus positif sebanyak 235 orang.

Alhasil, Kota Ternate pun ditetapkan sebagai zona oranye (tingkat penularan sedang).

Bahtiar Teng dalam surat tersebut menyebutkan, untuk mencegah penyebaran COVID-19 maka pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah dilaksanakan secara daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan).

“Hal ini disesuaikan dengan keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri tentang perubahan atas keputusan Nomor 01/KB/2020 No: 526 tahun 2020, Nomor HK.03.01/Menkes/36/2020, Nomor 440-882 tahun 2020 tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran pada masa pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) tahun pelajaran 2021/2022 pun dilarang dilakukan secara tatap muka. Selain itu, kepala sekolah diminta memaksimalkan guru dalam tugas-tugas pembelajaran secara daring dan luring.

“Apabila sekolah tidak menaati segala ketentuan yang telah ditetapkan, maka akan diberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.

Kebijakan siswa sekolah secara daring dan luring ini mulai diberlakukan terhitung mulai Senin, 5 Juli 2021 sampai dengan adanya pemberitahuan lebih lanjut.

Per 4 Juli 2021, terdapat tambahan 146 kasus positif COVID-19 di 8 kabupaten/kota. Yakni:

Halmahera Barat2 kasus

Halmahera Tengah 6 kasus

Kepulauan Sula 17 kasus

Halmahera Selatan 20 kasus

Halmahera Utara 24 kasus

Pulau Morotai 1 kasus

Ternate 56 kasus

Tidore Kepulauan 21 kasus.

Saat ini, ada 1.160 pasien Covid-19 yang masih dikategorikan positif di Malut. Rinciannya, Halmahera Barat 15 kasus, Halmahera Tengah 19 kasus, Kepulauan Sula 50 kasus, Halmahera Selatan 110 kasus, Halmahera Utara 392 kasus, Halmahera Timur 24 kasus, Pulau Morotai 42 kasus, Pulau Taliabu 19 kasus, Ternate 385 kasus, dan Tidore Kepulauan 104 kasus.

Comments are closed.