Sekolah Tatap Muka di Sikka Ditunda hingga Waktu yang Belum Ditentukan

Kepala SMP Negeri Kewapante, Alexius Dewa.

MAUMERE – Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sikka melakukan penundaan awal masuk kegiatan belajar mengajar (KBM) tahun pelajaran 2021.

Penundaan ini berlaku untuk satuan pendidikan mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Kabupaten Sikka.

Penundaan awal masuk kegiatan KBM ini disampaikan oleh Kepala Dinas PKO Sikka, Mayella Da Cunha melalui Surat resmi yang dikeluarkan pada Rabu(7/7).

Kepala Dinas PKO Sikka menyatakan bahwa penundaan ini didasarkan pada Surat Edaran Bupati Sikka, Nomor : Satgas 281/C-19/VI/2021 tertanggal 28 Juni 2021 tentang Penegakkan Protokol Kesehatan Dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19 dan juga memperhatikan meningkatnya kasus COVID-19 wilayah Kabupaten Sikka.

Atas dasar itu, Kadis PKO Sikka menyatakan bahwa rencana awal kegiatan belajar mengajar (KBM) tahun ajaran baru pada tanggal 12 Juni 2021 ditunda sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut.

Menanggapi hal itu, Kepala Sekolah SMP Negeri Kewapante, Alexius Dewa mengatakan sebagai sekolah negeri, pihaknya tetap mengikuti regulasi yang ada sesuai dengan instruksi Bupati Sikka dan Kepala Dinas PKO.

“Saat ini kalender sekolah sudah ada. Dengan adanya penundaan KBM, yang jelas kelender kerja juga harus berubah karena kalender yang dikeluarkan itu awal tahun ajaran 12 Juli 2021. Dengan adanya penundaan tidak ada batas waktu ini maka semuanya akan berubah,”ungkap Kepsek SMP Negeri Kewapante kepada media ini, Kamis(8/7).

Menurutnya, pihaknya tetap mengikuti regulasi yang ada.

“Kalau memang ditunda ya kita tetap ikuti. Tapi memang sebenarnya kita sudah siap dengan masa pengenalan lingkungan baru ditunda lagi. Tapi kalau tunda sampai bulan Agustus atau September itu molor terlalu. Kita juga tidak bisa menyalahkan COVID-19, jadi lebih baik kita mengikuti regulasi yang ada supaya menjadi tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Dirinya berharap, pandemi COVID-19 segera berakhir dan kembali ke zona hijau sehingga meskipun terlambat mengawali tahun pelajaran kali ini, tetapi tetap dilaksanakan pada bulan Juli 2021. Hal itu menurutnya agar, semua rencana kegiatan pembelajaran satu semester satu tahun pelajaran kembali normal seperti biasa.

“Saya pada dasarnya senang kalau misalnya pembelajaran terbatas itu pake shift, itu yang bagus. Karena kita batasi anak dalam rombongan belajar. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Kita harus bersahabat dengan COVID-19 ,”ujar Alex Dewa.

Sementara itu, salah satu orang tua murid, Fransiska Fransina Noang mengaku, sebagai orang tua murid, ia merasa terbebani karena sebenarnya awal masuk sekolah anak-anak harus sudah mulai dengan pengenalan sekolah.

“ Kami orang tua merasa kasihan dengan anak-anak apalagi baru masuk kelas satu Sekolah Dasar(SD), ini harus butuh bimbingan dari para pendidik. Jadi kasihan dengan ditundanya KBM ini anak kelas satu semakin tidak tahu, kalaupun ditunda jangan lama-lama karena anak-anak sekolah akan bosan dirumah dan semakin tidak dapat pengetahuan “ujar Siska.

Lanjut Siska, jika pembelajaran dilakukan secara daring, sebagai orang tua merasa dilema karena antara senang sekaligus kerepotan membimbing anak memanfaatkan teknologi yang ada.

“Satu sisi ya lega juga karena kalau ke sekolah masih tidak aman. Tapi kalau temani belajar online waduh repot juga,”ucap Siska.

Contoh kerepotan yang dimaksud yakni terkait masalah teknis seperti jaringan internet yang sering terganggu. Apalagi untuk orang tua yang tidak mampu, yang tidak bisa membeli HP android dan juga pulsa internet.

Meski demikian, menurutnya langkah yang diambil pemerintah dengan menunda KBM sudah tepat. Hal ini penting dilakukan mengingat lonjakan jumlah kasus COVID-19 Kabupaten Sikka semakin tinggi.

Kontributor : Athy Meaq

Comments are closed.