Sekda Tidore Minta Sekolah Tatap Muka Ditunda

Ilustrasi sekolah tatap muka. Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Ismail Dukomalamo berharap Pemkot, dinas terkait, dan orang tua murid mempertimbangkan sekolah tatap muka pada tahun ajaran baru, akibat kasus positif COVID-19 meningkat.

“Saya minta agar pembelajaran secara tatap muka dipertimbangkan dulu, karena tren kasus positif mengalami kenaikan,” ucapnya, Rabu (7/7).

Ismail menjelaskan, level kasus positif COVID-19 di Kota Tidore Kepulauan (Tikep) yang sebelumnya berada di level dua justru mengalami kenaikan ke level tiga.

“Untuk itu saya harap Diknas juga mempertimbangkan soal pembelajaran tatap muka di tahun ajaran baru ini,” tegasnya.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tikep itu mengaku khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan ke peserta didik maupun guru.

“Langkah ikhtiar itu penting. Saya sangat berharap agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan baik ke siswa maupun guru, tentu ini perlu menjadi pertimbangan dan perhatian bersama kita,” tandasnya.

Ia juga berharap agar guru yang belum melakukan vaksinasi agar segera divaksin.

“Saya berharap agar guru tidak perlu takut dengan vaksinasi, jangan percaya informasi hoaks tentang vaksin,” pungkasnya.

Per 7 Juli 2021, terdapat tambahan 218 kasus positif COVID-19 di 7 kabupaten/kota. Yakni:

Kepulauan Sula 2 kasus

Halmahera Selatan 13 kasus

Halmahera Utara 38 kasus

Halmahera Timur 17 kasus

Pulau Morotai 26 kasus

Ternate 73 kasus

Tidore Kepulauan 49 kasus

Saat ini, ada 1.493 pasien Covid-19 yang masih dikategorikan positif di Malut. Rinciannya, Halmahera Barat 15 kasus, Halmahera Tengah 20 kasus, Kepulauan Sula 55 kasus, Halmahera Selatan 152 kasus, Halmahera Utara 480 kasus, Halmahera Timur 42 kasus, Pulau Morotai 72 kasus, Pulau Taliabu 26 kasus, Ternate 460 kasus, dan Tidore Kepulauan 171 kasus.

Comments are closed.