Sebuah Perusahaan di Jogja Akan Berikan Bed Gratis ke RS Rujukan COVID-19

Ilustrasi tempat tidur untuk pasien corona. Foto: pixabay.

Melonjaknya angka pasien positif corona di DIY dalam beberapa pekan terakhir mengakibatkan angka ketersediaan tempat tidur di rumah sakit semakin menipis, baik di Instalasi Gawat Darurat (IGD) ataupun di bangsal perawatan. Skenario penambahan kapasitas tempat tidurpun dijalankan oleh pemerintah.

Pemerintah telah meminta pihak rumah sakit rujukan untuk menambah jumlah ruang perawatan dan jumlah tempat tidur untuk pasien corona. Karena jika tidak maka rumah sakit akan penuh dan tentu mengancam layanan rumah sakit untuk pasien non COVID-19.

Oleh karenanya, sebuah perusahaan eksportir peralatan rumah sakit asal Kalasan, Mega Andalan Kalasan (MAK) menawarkan pinjaman tanpa mengembalikan tempat tidur ke semua rumah sakit rujukan COVID-19 di DIY. Masa pendaftaran mereka buka selama pandemi COVID-19 masih berlangsung.

Owner MAK, Buntoro Makone mengaku memahami kesulitan pemerintah dalam menghadapi pasien corona tersebut. Saat ini alternatif menambah kapasitas rumah sakit dengan menambah tempat tidur adalah sebuah keharusan karena angka keterisian tempat tidur di rumah sakit semakin menipis.

“Hal ini menjadikan keharusan bagi rumah sakit menambah kapasitas tempat tidur mereka,” ujar Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) DIY itu, Senin (5/7/2021) petang.

Meskipun sebuah keharusan, namun di satu sisi keterbatasan anggaran juga melanda rumah sakit-rumah sakit yang yang menangani pasien corona. Pasalnya penganggaran untuk penyediaan tempat tidur dan fasilitas lainnya tidak serta merta bisa dilaksanakan.

Proses penganggaran perlu direncanakan terlebih dahulu di semua rumah sakit. Hal ini dilaksanakan agar tidak mengganggu operasional rumah sakit tersebut. Sehingga layanan rumah sakit terhadap masyarakat tetap bisa dilaksanakan dengan maksimal.

“Kami prihatin dengan kondisi saat ini. Sehingga kami ingin turut berperan dalam menangani covid19 sesuai kemampuan kami,” ujarnya.

Oleh karenanya MAK ingin meminjamkan tempat tidur yang mereka produksi bagi rumah sakit rujukan pasien corona bila ingin menambah kapasitas tempat tidur mereka khusus untuk pasien corona. Tidak ada batasan maksimal, berapapun kebutuhan tempat tidur dari rumah sakit tersebut MAK akan berusaha memenuhinya.

Namun pihak rumah sakit hanya diminta mengisi form melalui google atau scan QR jika menginginkannya. Dan syarat khusus adalah adanya rekomendasi dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten yang menerangkan bahwa RS bersangkutan ditunjuk untuk melayani pasien COVID-19.

“Gratis. Dan tidak perlu dikembalikan, berapapun permintaan akan kami penuhi,”terang dia.

Meskipun akan menggerus aset perusahaannya, namun baginya bukan suatu persoalan. Karena baginya nyawa seorang pasien COVID-19 tak sebanding dengan apa yang ia berikan untuk bangsa ini.

“Loh memang berapa harga 1 nyawa? hehehe, Tuna sathak bathi sanak lha ya,”ujar Buntoro.

Comments are closed.