Satpol PP Kota Solo Diintimidasi saat PPKM Darurat, Polda Jateng Turun Tangan

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iqbal Al Qudusi

SOLO-Kepolisian Daerah Jawa Tengah menyelidiki dugaan intimidasi yang dialami oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Solo. Intimidasi itu dialami saat petugas menjalankan tugasnya melakukan penertiban dalam PPKM Darurat.

“Kami menindaklanjuti dengan penyelidikan setelah adanya laporan dari Satpol PP,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iqbal Al Qudusi di Solo, Selasa (06/07/2021).

Intimidasi terhadap sejumlah petugas Satpol PP Kota Solo itu terjadi pada Minggu (04/07/2021). Saat itu mereka tengah menertibkan pedagang barang bekas yang masih nekat beroperasi di sekitar Pasar Klitikan Notoharjo saat PPKM Darurat.

Menurut Iqbal, pihaknya telah memeriksa beberapa saksi dalam kejadian tersebut. Beberapa diantaranya adalah 3 personel Satpol PP, warga sekitar dan perwakilan dari paguyuban pedagang.

“Kami telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan alat bukti,” katanya. Salah satu alat bukti yang telah diminta berupa surat tugas para anggota Satpol PP yang mengalami intimidasi itu.

Iqbal mengancam bakal menjerat para pelaku intimidasi dengan pasat berlapis. Selain menggunakan KUHP, pihaknya juga akan menerapkan pasal-pasal dalam Undang-Undang tentang Wabah Penyakit Menular dan Undang-Undang tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Sementara itu, Kapolresta Solo Kombes Ade Safri Simanjuntak mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap para pedagang barang bekas di sekitar Pasar Klitikan Notoharjo.

Menurutnya, komoditas yang diperdagangkan di lokasi itu tidak termasuk barang esensial dan kritikal sehingga harus tutup selama PPKM Darurat. “Namun pedagang tetap buka sehingga harus dibubarkan,” kata dia.

(Agung Santoso)

Comments are closed.