Satgas COVID-19: Terjadi Penurunan Mobilitas di Tempat Kerja Hingga Stasiun

Penyekatan kendaraan dari Tangerang ke Jakarta, pada Rabu (7/7). Foto: Dok. Istimewa

PPKM Darurat di Jawa-Bali sudah berjalan selama 6 hari. Diharapkan lewat PPKM Darurat ini mobilitas masyarakat berkurang, sehingga menurunkan tingkat penyebaran COVID-19.

Jubir Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengungkapkan terjadi penurunan mobilitas masyarakat di Jabodetabek. Berdasarkan Google Mobility Report, terjadi penurunan di mobilitas ke tempat kerja, tempat umum, dan stasiun.

“Jika dilihat detail pada Google Mobility Report, maka penurunan paling tinggi terjadi di mobilitas ke tempat kerja, tempat umum, dan stasiun. Kami apresiasi masyarakat yang telah melakukan langkah preventif untuk menurunkan penularan COVID-19,” kata Prof Wiku dalam keterangannya, Kamis (8/7).

Polisi mengecek surat di pos penyekatan PPKM Darurat di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (6/7/2021). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Prof Wiku juga kembali menegaskan agar perkantoran yang bukan sektor non esensial menerapkan WFH 100 persen. Sehingga tidak terjadi penularan di perkantoran yang juga berimbas pada penularan di keluarga karyawan.

“Hal yang terpenting adalah untuk perkantoran yang bukan sektor esensial untuk taat aturan PPKM Darurat dengan memberlakukan WFH 100 persen. Tentu kita tidak ingin terjadi penularan di perkantoran sehingga karyawan membawa virus ke rumahnya dan meningkatkan potensi klaster keluarga,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof Wiku mengapresiasi aparat penegak hukum yang memastikan pelaksanaan pengetatan mobilitas penduduk dapat berjalan dengan baik.

“Menurunnya mobilitas di Jabodetabek dapat dipertahankan apabila kolaborasi masyarakat dan pemerintah ini dijalankan dengan baik,” pungkasnya.

Comments are closed.