Saingi Google Ads, Tadex Bisa Jadi Platform Lawan Media Clickbait dan Hoaks

Ilustrasi Tadex. Foto: Bianda Ludwianto/kumparan

Platform premium publisher programmatic ads pertama dan terbesar di Indonesia, Tanah Air Digital Exchange (Tadex) bisa menjadi cara baru untuk melawan media clickbait dan maraknya hoaks. Tadex juga dapat meningkatkan pemasukan media-media lokal kredibel dalam hal pendapatan iklan digital.

Direktur Utama Telkom Indonesia, Ririek Adriansyah, menyambut baik kehadiran Tadex di Indonesia. Ia menjelaskan, dengan adanya Tadex, media lokal dapat menambah pemasukan iklan digital dan tidak lagi mengandalkan platform iklan luar negeri, seperti Google Ads atau Facebook Ads yang tidak transparan dan lebih mementingkan jumlah klik.

“Platform iklan yang dikelola di luar negeri itu, umumnya mengandalkan klik. Jadi, banyak media abal-abal yang mengandalkan itu dan jadilah konten serba clickbait. Hal ini membuat media jadi tidak kredibel. Di Tadex, nanti ada sistem rating dan lain sebagainya untuk menjaga kredibilitas ini. Dengan begitu, Tadex ini kami harapkan juga meminimalisir adanya hoaks,” jelas Ririek dalam peluncuran Tadex, Selasa (29/6).

Media-media yang tergabung dalam Tadex. Foto: Dok. Tadex

Ririek juga menyayangkan sejak berkembangnya layanan digital dari luar negeri, jumlah volume iklan menurun drastis. Padahal saat ini, industri media dan periklanan masih terkena dampak dari pandemi COVID-19.

Senada dengan Ririek, Ketua Forum Pemimpin Redaksi (Forum Pemred), Kemal Effendi Gani melihat saat ini di era digital terjadi pergeseran fokus media yang kini hanya mempedulikan jumlah klik, sehingga berdampak pada penurunan kualitas konten.

Di sisi lain, platform ads global, tidak mempedulikan kualitas konten, tetapi tetap mengutamakan jumlah klik yang mereka dapat dari media-media yang tidak kredibel atau bahkan hoaks.

“Hadirnya platform global itu mereka tidak peduli. Media dari mana saja. Kalo viewer-nya banyak ya mereka dapat banyak revenue. Jadi banyak konten-konten yang tidak bermanfaat, kemudian malah merusak bangsa kita ini yang hadir dan memperoleh rezeki iklan seperti itu,” kata Kemal dalam peluncuran Tadex.

Ilustrasi media online. Foto: aditia noviansyah/kumparan

Kemal berharap dengan adanya Tadex dapat menyehatkan ekosistem jurnalisme yang kredibel di Indonesia. Kemudian, juga mengedukasi masyarakat untuk mendapatkan konten-konten bermutu di media.

“Melalui Tadex kita ingin mengedukasi pembaca di Indonesia bahwa mereka dapat berlangganan konten-konten premium di media-media kredibel. Konsep seperti ini sudah berjalan sustainable di Amerika Serikat, di mana pelanggan The New York Time yang selalu bertambah. kita mengharapkan terus hadir konten-konten yang bermanfaat,” tutur Kemal.

Tadex merupakan platform hasil kolaborasi antara Dewan Pers, Task Force Media Sustainability, bersama Telkom Group. Secara umum, Tadex berfungsi sebagai platform yang mempertemukan publisher yang memiliki produk atau konten berkualitas agar bisa beriklan di media-media kredibel yang tergabung di dalamnya.

Tadex juga membantu publisher, baik itu perusahaan swasta, BUMN, hingga agensi menganalisis data audiens yang dimiliki media-media kredibel yang tergabung untuk menjalankan iklan/kampanye dari pengiklan secara lebih efektif.

Comments are closed.