Rumah Sakit Curhat ke Wagub DKI: Nyaris Kehabisan Oksigen dan Butuh Apoteker

Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, menghadiri Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2021, Selasa (25/5). Foto: PPID DKI Jakarta

Jakarta terus berpacu untuk memenuhi segala kebutuhan dalam penanganan corona termasuk oksigen. Bahkan, dibangun oxygen rescue di Monas untuk memudahkan rumah sakit mendapat oksigen.

Wagub DKI Jakarta Riza Patria Senin (5/7) malam sempat berkeliling ke sejumlah lokasi. Pertama ke pos penyekatan di Lampiri, Kalimalang, Jakarta Timur. Lalu ke salah satu rumah sakit. Momen itu diabadikan lewat live di akun instagram resminya @arizapatria.

Saat itu, Riza langsung masuk lewat instalasi gawat darurat. Tidak jelas betul rumah sakit mana yang didatangi Riza saat itu.

Dia langsung disapa oleh 2 perempuan manajemen rumah sakit. Riza sempat menanyakan soal penanganan corona di rumah sakit itu. Termasuk berapa jumlah pasien yang sedang dirawat maupun kebutuhan lainnya.

“Apa yang dibutuhkan?” kata Riza.

“Maaf pak, tadi kami hampir saja kehabisan oksigen. Cadangan oksigen kami tinggal setengah jam. Tadi mencekam, kami sudah kebingungan,” tutur wanita berbaju hitam itu.

Dia lalu menghubungi berbagai pihak untuk bisa mendapatkan stok oksigen. Akhirnya Dinas Kesehatan merespons dan mengirimkan stok oksigen.

“Tadi lewat Bu Wening, akhirnya dikirimkan jam 5 sore tadi, Pak,” tambah dia.

Riza terus mendengarkan berbagai kebutuhan dan keluhan itu. Wanita itu menjelaskan kembali soal kebutuhan oksigen.

Wagub DKI Riza Patria saat Tinjau RSUD Cengkareng. Foto: Dok.ppid.jakarta

“Kami sudah kontak ke distributor, tapi mereka bilang kesulitan untuk kirim, kalau mau sediakan mobil,” tutur dia.

“Kontak kita aja. Nanti kita bantu ambilkan. Tolong kasih kontaknya,” kata Riza meminta stafnya memberi nomor telepon yang bisa dihubungi untuk keperluan penjemputan oksigen.

Tak hanya soal oksigen, mereka juga mengeluhkan kekurangan tenaga kesehatan untuk melayani berbagai kebutuhan. Terutama apoteker.

“Bisa enggak pak, kita ambil dari yang masih sekolah sekolah, karena kita sangat buruh terutama untuk apoteker. Karena itu kan skilnya spesifik. Kalau yang lain, seperti kasir itu bisa kita cari,” tutur dia.

“Oke nanti kita bicarakan,” kata Riza.

Comments are closed.