Rumah Lawan COVID-19 Tangsel Tambah Tiga Tenda untuk Tampung Pasien Corona

Rumah Lawan COVID-19 di Tangsel. Foto: Dok. Istimewa

Rumah Lawan COVID-19 (RLC) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), akan menambah 3 fasilitas tenda untuk memenuhi kebutuhan kapasitas tempat tidur pasien isolasi COVID-19. Nantinya, setiap tenda, diproyeksikan bakal menampung sampai 45tempat tidur pasien.

Koordinator RLC Tangsel, Suhara Manulang mengungkapkan, saat ini 3 tenda tersebut sudah berdiri dan tinggal menunggu kelengkapan peralatan dan perlengkapan penunjang kamar isolasi pasien corona.

“Minggu ini sudah mulai. Ini sedang tahap penyelesaian, tenda sudah terpasang 3. Kita butuh ubinnya, tempat tidur dan lain-lain,” katanya, Selasa, (6/7).

Pekerja melakukan pengecekan tahap akhir pada proyek pembangunan penambahan ruang isolasi di Rumah Lawan COVID-19 (RLC) Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (2/3/2021). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO

Lanjutnya, 3 tenda baru tersebut juga memiliki fasilitas kesehatan lebih lengkap, sebab dapat melayani pasien COVID-19 bergejala ringan ke sedang.

“Tenda yang dibangun ini lebih lengkap dari sebelumnya, artinya bisa menangani pasien transit gejala sedang mengingat RS-nya penuh dan memang dikhususkan untung gejala berat,” ujarnya.

Lebih lanjut Suhara mengatakan konsepnya RLC ini ke depannya adalah rumah sakit lapangan COVID-19 di Tangsel. Tujuannya adalah untuk menampung pasien tanpa gejala dan bergejala ringan tanpa harus dibawa ke rumah sakit rujukan besar.

“Sekarang situasi ledakan kasus corona ini banyak, yang akhirnya tidak mendapat rumah sakit dan harus di rumah pribadi. Nah sementara puskesmas sudah maksimal,” ujar Suhara.

“Yang namanya di rumah sudah segala kekurangan terjadi, nah keluarga juga melayani COVID-19. Ini yang kelihatan harus diantisipasi gitu sebetulnya, walaupun memang ini ya idenya seperti rumah sakit lapangan harusnya ke depannya,” lanjut Suhara.

Saat ini kapasitas tempat tidur pasien COVID-19 di RLC telah seluruhnya terisi. Dari total kapasitas 300 Bed, seluruhnya telah dihuni pasien dengan rata-rata penambahan 30 pasien per hari.

“Sekarang RLC sudah 100 persen. Tapi kita berlakukan waitinglist, sehari mencapai 30 yang waiting list. Karena setiap pagi kita melepas pasien, jadi baru nanti yang waitinglist itu, siang atau sorenya atau malam bisa masuk,” ungkapnya.

Suhara mengatakan, dengan penambahan tenda ini, maka total tenda di RLC ada 4. Tenda pertama dikhususkan triase atau identifikasi pasien corona. Tenda lainnya kini untuk pasien corona.

RLC merupakan tempat rujukan pasien corona dengan gejala ringan. Konsepnya adalah camp yang terdiri dari berbagai tenda layaknya camping.

Comments are closed.